TNI-Polri Siaga Penuh! Gubernur dan Dandim Pantau Langsung Kondisi Korban Longsor Desa Leyangan
Laporan: Wahyu Widodo
KAB. SEMARANG | SUARAGLOBAL.COM – Respons cepat ditunjukkan jajaran pemerintah dan aparat keamanan menyusul bencana tanah longsor yang menerjang Desa Leyangan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, Selasa (17/2/2026).
Komandan Kodim 0714/Salatiga, Fajar Hapsari Nugroho, turun langsung mendampingi Ahmad Luthfi dalam peninjauan lokasi terdampak longsor.
Kehadiran orang nomor satu di Jawa Tengah bersama unsur TNI-Polri ini menjadi bukti keseriusan pemerintah dalam memastikan penanganan darurat berjalan cepat, tepat, dan menyentuh langsung kebutuhan warga.
Dari pantauan di lapangan, material tanah longsor menutup sebagian akses jalan lingkungan serta mengakibatkan kerusakan pada sejumlah rumah warga. Beberapa bangunan terlihat retak, sementara puing dan lumpur masih berserakan di titik terdampak.
Gubernur Ahmad Luthfi tak sekadar melihat dari kejauhan. Ia menyusuri titik longsor, berdialog langsung dengan warga, serta menanyakan kondisi kesehatan dan kebutuhan logistik mereka.
“Kami pastikan seluruh proses pendataan berjalan cepat. Bantuan akan segera disalurkan sesuai kebutuhan masyarakat,” tegasnya di sela kunjungan.
TNI Diterjunkan, Evakuasi dan Distribusi Bantuan Dikebut
Sementara itu, Dandim 0714/Salatiga Letkol Kav Fajar Hapsari Nugroho menegaskan bahwa personel TNI dari Kodim 0714/Salatiga telah diterjunkan sejak awal kejadian.
Anggota TNI bersama unsur terkait bahu-membahu melakukan:
Evakuasi material longsor, Pembersihan lingkungan warga, Pengamanan lokasi rawan, Pendistribusian bantuan logistik.
“Kami terus bersinergi dengan seluruh instansi terkait. Personel TNI siap membantu hingga situasi benar-benar aman dan kondusif,” ujarnya dengan tegas.
Sinergi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, dan relawan terlihat solid di lapangan. Alat berat disiagakan, sementara tim kesehatan juga bersiap memberikan layanan kepada warga terdampak.
Gubernur Ahmad Luthfi menambahkan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Tengah segera mengambil langkah percepatan penanganan, mulai dari pendataan kerusakan hingga rencana mitigasi jangka pendek dan menengah guna mencegah longsor susulan.
Dengan intensitas curah hujan yang masih tinggi dalam beberapa hari terakhir, masyarakat yang tinggal di kawasan rawan longsor diminta meningkatkan kewaspadaan.
Warga diimbau segera melapor apabila melihat tanda-tanda pergerakan tanah seperti retakan dinding, amblesnya tanah, atau suara gemuruh dari tebing.
Peninjauan yang berlangsung aman dan lancar tersebut menjadi gambaran nyata komitmen pemerintah dalam memberikan perlindungan maksimal kepada masyarakat di tengah situasi darurat bencana.
Kehadiran langsung Gubernur Jawa Tengah bersama Dandim 0714/Salatiga bukan hanya simbolis, melainkan pesan tegas bahwa negara hadir dan sigap dalam setiap kondisi genting yang dihadapi rakyatnya. (*)



Tinggalkan Balasan