Turun ke Sawah, Kapolres Salatiga Pimpin Gropyokan Tikus! Polisi dan Petani Bersatu Selamatkan 25 Hektare Lahan

Laporan: Wahyu Widodo

SALATIGA | SUARAGLOBAL.COM – Pemandangan tak biasa terlihat di area persawahan Tingkir Tengah, Kecamatan Tingkir, Kota Salatiga, Kamis (12/02/2026). Sosok berseragam polisi tampak menyusuri pematang sawah, menyatu dengan petani, membawa alat dan ikut serta dalam aksi gropyokan tikus.

Dialah Kapolres Salatiga, AKBP Ade Papa Rihi, S.H., S.I.K., M.H., yang turun langsung mendukung kegiatan warga dalam upaya pengendalian hama tikus yang selama ini menjadi momok bagi para petani.

Kegiatan gropyokan tikus ini digelar sebagai respon atas keresahan petani yang hasil panennya terancam akibat serangan hama yang semakin masif. Tak sekadar hadir secara simbolis, Kapolres bahkan ikut menyusuri lahan sawah bersama warga, menunjukkan komitmen nyata Polri dalam mendukung ketahanan pangan.

Baca Juga:  Sekelompok Relawan Yang Bernama “Relawan Resik-Resik Kubur", Yang Dimana Pengacara Senior di Salatiga Sebagai Koordinatornya. Apa Sih Yang Dilakukan Relawan Tersebut

Kapolres hadir didampingi Kapolsek Tingkir Kompol Daryono, S.E., beserta jajaran anggota, perangkat kelurahan, kelompok tani, serta masyarakat setempat. Suasana penuh semangat dan kebersamaan terasa ketika seluruh peserta bergerak serentak melakukan gropyokan secara gotong royong.

Langkah kaki menyusuri lumpur, teriakan komando, hingga kepungan sarang tikus menjadi potret kekompakan antara Polri dan masyarakat. Bagi para petani, kehadiran aparat kepolisian bukan hanya simbol dukungan, melainkan suntikan semangat untuk bangkit dari ancaman gagal panen.

Dalam keterangannya, AKBP Ade Papa Rihi menegaskan bahwa kehadiran Polri di tengah masyarakat tidak hanya terbatas pada tugas menjaga keamanan dan ketertiban.

“Kegiatan ini merupakan bentuk sinergitas antara Polri dan masyarakat. Kami mengapresiasi semangat gotong royong warga dalam menjaga hasil pertanian serta mengendalikan hama yang berpotensi merugikan petani,” tegas Kapolres.

Baca Juga:  Ratusan Juta untuk Serambi Mekkah: Bakrie Amanah Kembali Kirim Bantuan Kemanusiaan Tahap II ke Aceh

Ia menambahkan, mendukung ketahanan pangan juga merupakan bagian dari tanggung jawab sosial Polri dalam menjaga stabilitas dan kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, Lurah Tingkir Tengah, Titip Eka Novi, S.E., mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari keluhan petani. Dalam dua musim tanam terakhir, lahan persawahan seluas kurang lebih 25 hektare mengalami gagal panen akibat serangan tikus yang cukup parah.

“Serangan hama tikus sangat meresahkan. Banyak tanaman padi rusak sebelum masa panen. Karena itu, kami bersama kelompok tani berinisiatif menggelar gropyokan sebagai langkah pengendalian,” jelasnya.

Menurutnya, keterlibatan Kapolres dan jajaran Polres Salatiga menjadi motivasi besar bagi warga. Kehadiran aparat memperkuat semangat kebersamaan dan menunjukkan bahwa persoalan petani juga menjadi perhatian bersama.

Baca Juga:  Salatiga Ukir Prestasi di Ajang Duta Genre Jateng 2025: Dua Wakil Masuk Tiga Besar, Sabet Juara III dan Raih Duta Favorit

Para petani Tingkir Tengah pun menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan. Mereka berharap kegiatan seperti ini dapat dilakukan secara berkala agar populasi hama dapat ditekan dan hasil panen kembali optimal.

Aksi gropyokan tikus ini bukan sekadar perburuan hama, melainkan simbol nyata kolaborasi antara aparat dan masyarakat. Di tengah ancaman gagal panen, semangat gotong royong menjadi kunci.

Melalui langkah bersama ini, diharapkan pengendalian hama berjalan maksimal, produktivitas pertanian meningkat, serta ketahanan pangan di Kota Salatiga tetap terjaga kuat. Polisi dan petani pun membuktikan, menjaga sawah sama pentingnya dengan menjaga keamanan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: Content is protected !!