Vaksin PMK Digeber, Pemkab Bangkalan Terapkan SOP Super Ketat

Laporan: Ninis Indrawati

BANGKALAN | SUARAGLOBAL.COM – Pemerintah Kabupaten Bangkalan tak mau kecolongan dalam menjaga kesehatan hewan ternak. Melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, Pemkab Bangkalan menegaskan bahwa ternak baru menjadi prioritas utama dalam program vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), Kamis (5/2/2026).

Langkah ini ditempuh sebagai strategi pencegahan dini agar penyebaran PMK tidak meluas, sekaligus memastikan populasi ternak di Bangkalan tetap sehat dan produktif. Program vaksinasi ini dijalankan dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ketat, mulai dari pendataan hingga evaluasi petugas di lapangan.

Baca Juga:  Sinergi PYKB dan Polres Nganjuk: Jaga Kesehatan Anak Lewat Vitamin A dan Obat Cacing

Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Peternakan Bangkalan, Drh. Ali Makki, menjelaskan bahwa vaksinasi difokuskan pada dua sasaran utama. Pertama, vaksinasi refak dan booster bagi ternak yang sebelumnya sudah terdata. Kedua, vaksinasi tahap satu bagi ternak baru yang masuk atau baru dimiliki peternak.

“Fokus awal tetap refak dan booster karena datanya sudah tersedia. Namun jika terdapat ternak baru, maka vaksinasi tahap satu langsung menjadi prioritas,” tegas Ali Makki.

Ia menambahkan, pelaksanaan vaksinasi dilakukan secara bertahap dan terukur. Wilayah dengan populasi ternak besar menjadi sasaran awal, sementara daerah dengan jumlah ternak lebih kecil akan menyusul pada tahap berikutnya.

Baca Juga:  PLN Group Perkuat Sinergi Layanan Terpadu di Jateng dan DIY

Tak hanya soal teknis vaksinasi, pengawasan di lapangan juga menjadi perhatian serius. Setiap petugas vaksinasi dievaluasi capaian kerjanya untuk memastikan program berjalan sesuai target dan SOP yang telah ditetapkan.

Dalam pelaksanaannya, Pemkab Bangkalan bertindak sebagai eksekutor, mulai dari penyediaan tenaga hingga operasional di lapangan. Sementara itu, anggaran vaksinasi sepenuhnya berasal dari pemerintah pusat, sehingga daerah fokus pada optimalisasi pelaksanaan.

Baca Juga:  Komitmen Imigrasi Cilacap Awasi WNA, JSW Resmi Dideportasi

Saat ini, Bangkalan telah menerima 20 ribu dosis vaksin PMK. Program ini ditargetkan rampung dalam waktu dua bulan, dengan melibatkan sekitar 50 petugas vaksinasi yang disebar di berbagai wilayah.

Dengan dukungan vaksin yang memadai, tenaga lapangan yang cukup, serta SOP ketat yang diterapkan, Pemkab Bangkalan optimistis program vaksinasi PMK dapat berjalan efektif, aman, dan tepat sasaran, sekaligus menjadi benteng utama dalam mencegah penyebaran PMK di daerah. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: Content is protected !!