Warga Kaget Akses Terbatas! Exit Tol Pattimura Salatiga Hanya Layani Arah Semarang, Akses ke Solo-Boyolali Belum Tersedia
Laporan: Wahyu Widodo
SALATIGA | SUARAGLOBAL.COM — Fakta mengejutkan baru terungkap! Rencana pembangunan Exit Tol Pattimura di Kota Salatiga ternyata tidak sepenuhnya sesuai harapan warga. Banyak yang awalnya mengira akses tol ini akan membuka jalur ke berbagai arah, termasuk Solo dan Boyolali. Namun kenyataannya, akses tersebut hanya melayani rute Salatiga–Semarang dan Semarang–Salatiga!
Exit tol yang bakal dibangun di perbatasan Kecamatan Sidorejo dan Pabelan ini mendadak jadi perbincangan hangat. Pasalnya, akses menuju jalur selatan seperti Solo dan Boyolali tidak tersedia. Pengendara yang ingin menuju arah tersebut tetap harus keluar melalui Exit Tol Tingkir.
“Saya kira Exit Tol Pattimura bisa langsung ke Semarang dan Solo. Ternyata cuma untuk Salatiga–Semarang saja,” ungkap Widia (45), warga Jalan Pattimura, dengan nada kecewa.
Menurutnya, akses ke arah Solo sangat krusial, terutama bagi warga yang memiliki aktivitas rutin di wilayah tersebut. Ia berharap pemerintah bisa mempertimbangkan pembukaan jalur tambahan.
“Sering ada pertemuan bisnis di Solo. Kalau bisa dibuka akses ke sana, pasti sangat membantu,” imbuhnya.
Keluhan serupa juga datang dari Seno (57), warga Pabelan, Kabupaten Semarang. Ia menilai proyek bernilai puluhan miliar rupiah itu akan terasa “tanggung” jika tidak dimaksimalkan untuk semua arah.
“Sayang sekali kalau cuma setengah fungsi. Harusnya sekalian dibuka ke Boyolali-Solo juga. Biar lebih maksimal,” tegasnya.
Di sisi lain, proyek pembangunan On/Off Ramp Pattimura kini sudah masuk tahap serius. Penandatanganan kontrak jasa konstruksi dan pengawasan telah dilakukan, dengan pelaksana proyek adalah PT Adhi Karya.
Momen tersebut turut disaksikan langsung oleh Wali Kota Salatiga dr. Robby Hernawan, jajaran PT Trans Marga Jateng, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jateng-DIY, DPRD, hingga Forkopimda.
Wali Kota Salatiga, Robby Hernawan, menegaskan bahwa pembangunan exit tol ini tetap menjadi langkah strategis untuk mendongkrak konektivitas wilayah.
“Ini bukan hanya untuk Salatiga, tapi juga wilayah sekitar seperti Kabupaten Semarang dan Grobogan. Tujuannya meningkatkan efisiensi waktu dan biaya transportasi,” jelasnya.
Senada, Direktur Utama PT Trans Marga Jateng, Rajudi, menyebut proyek ini akan membuka potensi ekonomi baru dan mempercepat mobilitas masyarakat.
“Akses ini akan memperkuat fondasi ekonomi daerah dan memberi peluang besar bagi pelaku usaha,” ujarnya optimistis.
Namun demikian, Sekretaris Daerah Kota Salatiga, Muthoin, menegaskan bahwa hingga saat ini desain proyek memang hanya mencakup layanan dua arah: Salatiga–Semarang dan sebaliknya.
Artinya, harapan warga untuk akses langsung ke Solo dan Boyolali masih harus tertunda.
Kini, publik pun menanti akankah ke depan ada pengembangan lanjutan? Atau Exit Tol Pattimura akan tetap menjadi “jalan setengah fungsi”?. (*)





Tinggalkan Balasan