Laporan: Yuanta

JAKARTA | SUARAGLOBAL.COM – Bali kembali menjadi sorotan setelah insiden perampokan yang menimpa seorang warga negara asing (WNA) asal Ukraina di kawasan Jalan Tundun Penyu, Ungasan, Kuta Selatan, Badung, Bali, pada 15 Desember 2025. Pelaku diduga merupakan sekelompok WNA asal Rusia, yang kini dalam pengejaran aparat kepolisian.

Peristiwa ini menambah daftar panjang kasus pelanggaran hukum yang melibatkan turis asing di Pulau Dewata. Sebelumnya, publik sempat dihebohkan dengan keberadaan turis asing yang bekerja sebagai sopir taksi ilegal. Kini, kasus kriminal yang lebih serius terjadi, memicu kekhawatiran terkait keamanan wisatawan.

Baca Juga:  Dengan Semangat “Hiu Petarung”, Yonif 3 Marinir Sabet Juara Pertama Dayung Perahu Karet di Lomba Binsat Kormar 2024

Menanggapi maraknya gangguan keamanan, Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar), Ni Luh Puspa, menegaskan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan kepolisian guna meningkatkan perlindungan bagi wisatawan.

\”Kami terus berkolaborasi dengan Polda Bali untuk menciptakan rasa aman bagi wisatawan. Termasuk penindakan tegas terhadap pelanggaran yang terjadi,\” ujar Ni Luh dalam Jumpa Pers Bulanan di Jakarta, Jumat (07/02/2025).

Baca Juga:  Sambut HUT Kemerdekaan RI ke 73, Pemerintahan Kabupaten Semarang Adakan Turnamen Bola Voli

Sebagai langkah konkret, ia mengusulkan penambahan jumlah personel polisi pariwisata, terutama yang memiliki kemampuan berbahasa Inggris, agar bisa memberikan pelayanan yang lebih baik kepada wisatawan. Namun, ia belum merinci lebih lanjut mengenai skema penambahan personel tersebut.

Sementara itu, Deputi Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kementerian Pariwisata, Hariyanto, menekankan bahwa tanggung jawab utama dalam penegakan hukum tetap berada di tangan aparat kepolisian.

Baca Juga:  Polres Blitar Kota Dorong Ketahanan Pangan, Tanam Jagung di Lahan Sendiri

\”Kami fokus pada bagaimana menciptakan destinasi yang aman dan nyaman, sedangkan penegakan hukum menjadi tugas kepolisian,\” jelasnya.

Kementerian Pariwisata juga berjanji akan terus berkoordinasi dengan aparat keamanan dan pemerintah daerah guna memastikan wisatawan merasa aman saat berkunjung ke Indonesia.

Baca Juga:  Amankan Lingkungan Rutan, Rutan Surabaya Gandeng TNI dan Polri untuk Razia Blok Hunian

\”Kami intens berkoordinasi setiap hari, baik dengan aparat penegak hukum maupun pemerintah daerah,\” pungkas Ni Luh.

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih memburu para pelaku perampokan tersebut. Keamanan destinasi wisata di Bali pun kembali menjadi perbincangan hangat, mengingat pulau ini merupakan salah satu tujuan utama wisatawan dari berbagai negara. (*)