Istimewa

Laporan: Budi Santoso

NGAWI | SUARAGLOBAL.COM – Dalam rangka mendukung program pemerintah yang bersih dari narkoba serta menciptakan situasi kondusif menjelang Pemilu Serentak 2024, Polres Ngawi Polda Jatim resmi menggelar Operasi Tumpas Narkoba Semeru 2024. 

Operasi ini dipimpin langsung oleh Kapolres Ngawi, AKBP Dwi Sumrahadi Rakhmanto, S.H., S.I.K., M.H., yang menekankan pentingnya tindakan strategis untuk menekan penyalahgunaan dan peredaran narkoba di wilayah Ngawi.

Baca Juga:  Rahasia Nutrisi Optimal untuk Pasien Kemoterapi: Panduan dari Ahli Gizi RSUD dr. Iskak, Ini Jelasnya

Pada Rabu (11/9/2024), dalam sesi latihan pra-operasi (Latpraops) yang diadakan di ruang Guyup Polres Ngawi, AKBP Dwi menegaskan bahwa operasi tersebut bertujuan menciptakan Ngawi yang bebas dari narkoba. “Operasi Tumpas Narkoba Semeru 2024 ini bertujuan utama untuk membasmi penyalahgunaan narkoba demi keamanan dan kesejahteraan masyarakat, terutama menjelang Pilkada serentak,” ujar Kapolres Ngawi.

Operasi ini akan berlangsung selama 12 hari, mulai 11 hingga 22 September 2024, dengan target yang meliputi bandar, produsen, pengedar, pengecer, kurir, dan pengguna narkoba. Selain itu, upaya ini akan difokuskan pada tempat-tempat yang diduga kuat sebagai lokasi transaksi narkoba.

Baca Juga:  PKS Kabupaten Buru Beri Sinyal Koalisi, Harap Azis Hentihu Ambil Kader PKS jadi Wakil Bupati

“Sasaran operasi ini sangat jelas, menciptakan kondisi yang aman dan nyaman bagi masyarakat menjelang Pilkada,” lanjut AKBP Dwi. Ia juga menekankan pentingnya disiplin personel dalam menjalankan operasi, sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku.

Baca Juga:  Sumowono Bamboo Garden, Wahana Wisata yang Terinspirasi Dari Manfaat Tanaman Bambu

Pihak kepolisian mengharapkan partisipasi aktif masyarakat dalam melaporkan aktivitas mencurigakan terkait narkoba. “Informasi dari masyarakat sangat diharapkan untuk mendukung keberhasilan operasi ini. Kami tidak akan menoleransi pelanggaran sekecil apapun,” tegas Kapolres Ngawi.

Sebagai penutup, AKBP Dwi memastikan bahwa pengawasan ketat akan dilakukan terhadap personel yang terlibat dalam operasi ini guna memastikan integritas dan keberhasilan pelaksanaan. (*)