Laporan: Ninis Indrawati

SIDOARJO | SUARAGLOBAL.COM – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pemulihan ekonomi melalui program renovasi warung rakyat.

Baca Juga:  Tangis Kehidupan dari Balik Pintu Apartemen, Polisi Ungkap Kasus Penelantaran Bayi di Bekasi Selatan

Hingga akhir tahun ini, sebanyak 395 warung rakyat di enam kecamatan telah selesai direnovasi, menjadikannya salah satu upaya nyata Pemkab dalam mendukung pengembangan usaha mikro.

Program ini menargetkan perbaikan warung-warung rakyat yang tersebar di Kecamatan Sukodono, Krembung, Prambon, Tarik, Porong, dan Jabon.

Baca Juga:  Polres Magelang Kota Bersama TNI Kawal Pergeseran Logistik Pilkada: Komitmen Jaga Demokrasi Aman dan Kondusif

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Sidoarjo, Mohamad Edi Kurniadi, menjelaskan bahwa target awal program ini adalah merenovasi 400 warung. Namun, lima pemilik warung mengundurkan diri karena alasan tertentu.

Baca Juga:  PADU Dorong Inovasi Pendidikan Sumut, Pemprov Sumut Beri Dukungan Penuh

“Total ada 395 warung yang berhasil direnovasi tahun ini. Program ini telah direncanakan sejak lama dan akan terus dilanjutkan di tahun mendatang,” ujar Edi Kurniadi.

Program ini merupakan bagian dari strategi Pemkab Sidoarjo dalam meningkatkan kualitas sarana ekonomi mikro di tingkat desa. Dalam sebuah rapat koordinasi terkait Gebyar Warung Rakyat Direnovasi,

Baca Juga:  Surabaya Mantapkan Transformasi PAUD 2026: Prasekolah Wajib, Beasiswa Anak Miskin, dan Pembangunan PAUD Negeri Baru

Muhamad Mahmud, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Sidoarjo, menegaskan pentingnya program ini untuk memperkuat daya saing usaha kecil pasca pandemi.

“Renovasi warung rakyat bertujuan untuk menciptakan sarana yang lebih layak dan kompetitif, sehingga usaha kecil di desa mampu berkembang dan memberikan dampak positif bagi masyarakat,” katanya.

Baca Juga:  Pemberantasan Narkoba Diperkuat, DPRD Jatim Siapkan Usulan Anggaran di PAK 2025

Program ini didukung melalui mekanisme Bantuan Keuangan Khusus (BKK) desa. Anggaran disalurkan langsung ke dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes), dan pemerintah desa diberi tanggung jawab penuh untuk melaksanakan serta mempertanggungjawabkan kegiatan renovasi.

Renovasi warung rakyat bukan hanya soal memperbaiki fasilitas fisik, tetapi juga diharapkan dapat meningkatkan aktivitas ekonomi. Warung dengan kondisi yang lebih baik mampu menarik lebih banyak konsumen, sekaligus menciptakan ruang interaksi sosial bagi warga setempat.

Salah satu penerima manfaat program ini, Desti Ramayanti dari Desa Suruh, Kecamatan Sukodono, mengungkapkan rasa syukurnya. Berkat renovasi, warung es degan miliknya kini lebih rapi dan aman.

Baca Juga:  Bupati Sidoarjo Subandi Cek Langsung ke Pelosok Wonoayu, Warga Kurang Mampu Dapat Perhatian Khusus

“Sebelumnya warung saya sering menjadi sasaran pencurian. Sekarang warung saya lebih tertutup dan bersih. Omzet juga meningkat karena pelanggan merasa lebih nyaman,” ungkapnya.

Renovasi warung rakyat dinilai sebagai langkah strategis untuk meningkatkan taraf ekonomi masyarakat desa. Pemkab Sidoarjo berharap program ini dapat berlanjut dan menjangkau lebih banyak pelaku usaha kecil di masa depan.

Baca Juga:  Isu Penjualan Gedung Al Falah Terbantahkan, Nyai Khoirul Pilih Damai Meski Mantan Suami Mangkir

“Dengan kondisi fisik warung yang lebih baik, kami berharap program ini terus berjalan dan manfaatnya dirasakan oleh seluruh masyarakat,” tutup Mahmud.

Program ini membuktikan bahwa kolaborasi antara pemerintah daerah dan masyarakat dapat menciptakan perubahan nyata, mendorong pertumbuhan ekonomi, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat Sidoarjo. (*)