Laporan: Iswahyudi Artya

SURABAYA | SUARAGLOBAL.COM –  Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap modus penipuan yang mengatasnamakan program Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, (08/02/25).

Peringatan ini muncul setelah sejumlah pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menjadi korban penipuan oleh seseorang yang mengaku sebagai pegawai pemkot.

Baca Juga:  Rutan Surabaya Sabet Penghargaan Anggaran: Efisiensi dan Transparansi Jadi Kunci Sukses

Eri menegaskan bahwa Pemkot Surabaya tidak pernah meminta uang atau data pribadi secara langsung dalam program-programnya.

Ia juga mengimbau masyarakat agar selalu memastikan kebenaran informasi dengan menghubungi pihak kelurahan atau kecamatan sebelum mempercayai tawaran bantuan yang mengatasnamakan pemkot.

Baca Juga:  Dua Pengedar Sabu Diringkus di Tlogopojok, Polres Gresik Sita Barang Bukti 84 Gram Senilai Puluhan Juta

\”Jika ada orang yang mengaku membawa program UMKM, bantuan sosial, atau layanan kependudukan, pastikan dulu apakah benar dari pemkot. Jangan mudah percaya jika bukan dari lurah, camat, atau kepala dinasnya langsung,\” ujar Eri, Sabtu (8/2/2025).

Modus Penipuan Menargetkan UMKM

Kasus terbaru yang terjadi di Surabaya Barat menunjukkan bahwa pelaku menggunakan modus dengan menawarkan bantuan modal usaha bagi pelaku UMKM. Namun, untuk mendapatkan bantuan tersebut, korban diminta menyerahkan sejumlah uang sebagai \”administrasi\” atau \”pengurusan berkas\”. Setelah menerima uang, pelaku menghilang dan tidak bisa dihubungi.

Baca Juga:  469 Perkara Diselesaikan Lewat Restorative Justice, Polrestabes Surabaya Musnahkan Tumpukan Barang Bukti Narkotika! Bandar Tetap Diburu Tanpa Ampun

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah, dan Perdagangan (Dinkopdag) Surabaya, Dewi Soeriyawati, menegaskan bahwa pemkot tidak pernah memberikan pinjaman dalam bentuk uang tunai.

\”Kami telah mengingatkan para pelaku UMKM agar tidak mudah tertipu. Jika ada yang menawarkan pinjaman atau bantuan modal dengan meminta uang terlebih dahulu, itu jelas bukan dari pemkot,\” kata Dewi.

Baca Juga:  Polres Lamongan Salurkan 112 Ribu Liter Air Bersih ke Enam Kecamatan Terdampak Kekeringan

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan

Menanggapi kasus ini, Pemkot Surabaya berjanji akan memperketat pengawasan terhadap penyebaran informasi terkait program pemerintah agar tidak disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

\”Kami akan memperketat verifikasi terhadap setiap program yang berjalan di lapangan. Setiap kegiatan di kelurahan atau kecamatan harus dipastikan berasal dari pemkot agar warga tidak menjadi korban penipuan,\” tegas Eri.

Baca Juga:  Karyawan Pet Shop di Waru Gelapkan Uang dan HP, Kabur ke Bandung Akhirnya Ditangkap Polisi

Warga yang menemukan indikasi penipuan diharapkan segera melaporkan ke pihak berwenang agar dapat ditindaklanjuti. Pemkot juga membuka jalur pengaduan melalui kelurahan, kecamatan, dan dinas terkait untuk memastikan program yang diterima masyarakat benar-benar resmi. (*)