Laporan: Wahyu Widodo

KAB. SEMARANG | SUARAGLOBAL.COM – Kobaran api hebat menghanguskan sebuah truk ekspedisi bermuatan paket kiriman di ruas Tol Semarang–Solo KM 464+500 Jalur A, tepatnya di wilayah Desa Beji Lor, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang, Sabtu (27/6/2026) dini hari. Besarnya kobaran api membuat petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Salatiga harus berjibaku selama hampir tiga jam hingga api benar-benar berhasil dipadamkan.

Peristiwa yang sempat membuat arus lalu lintas di jalan tol melambat itu pertama kali dilaporkan oleh pihak Jasa Marga sekitar pukul 00.14 WIB. Tak ingin api semakin membesar, Damkar Kota Salatiga langsung mengerahkan dua unit mobil pemadam beserta personel menuju lokasi kejadian.

Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Kota Salatiga, Ponco Margono Hasan, mengatakan tim bergerak hanya lima menit setelah menerima laporan.

Baca Juga:  TVKU dan Yayasan Bina Insan Taqwa Jalin Sinergi, Siapkan Langkah Kolaborasi Media dan Pendidikan

“Informasi kami terima pukul 00.14 WIB, kemudian dua unit pemadam langsung diberangkatkan pada pukul 00.19 WIB dan tiba di lokasi sekitar pukul 00.33 WIB,” ujar Ponco.

Sesampainya di lokasi, petugas mendapati kobaran api telah menguasai hampir seluruh badan truk beserta muatan yang dibawanya. Asap hitam pekat membumbung tinggi ke udara, sementara jilatan api terus melalap barang-barang kiriman yang berada di dalam bak truk.

Truk ekspedisi tersebut diketahui sedang mengangkut berbagai paket dari Jakarta dengan tujuan Flores. Muatannya beragam, mulai dari pakaian, springbed, mesin cuci, lemari es, granit, hingga sepeda motor.

Menurut Ponco, berdasarkan informasi awal yang diperoleh di lokasi, kebakaran diduga dipicu kerusakan pada bagian as roda truk yang patah saat kendaraan melaju.

“Diduga as truk patah sehingga memicu gesekan di bagian ban. Dari situ muncul api yang kemudian dengan cepat merembet ke badan kendaraan hingga membakar seluruh muatan,” jelasnya.

Baca Juga:  Salatiga Perkuat Digitalisasi Transaksi Daerah di Forum Jateng Digital, Penerimaan Pajak Melonjak Tajam

Petugas pemadam harus bekerja ekstra karena banyaknya barang mudah terbakar di dalam truk membuat kobaran api sulit dikendalikan. Selain memadamkan api, petugas juga melakukan pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali menyala.

Selama proses penanganan, personel Damkar bersama petugas terkait turut melakukan pengamanan di sekitar lokasi guna mencegah api meluas serta menjaga keselamatan pengguna jalan yang melintas. Dampaknya, arus kendaraan di ruas Tol Semarang–Solo sempat tersendat karena proses pemadaman berlangsung hingga dini hari.

Setelah bekerja keras selama hampir tiga jam, api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 02.53 WIB. Selanjutnya petugas melakukan pemeriksaan akhir dan memastikan lokasi benar-benar aman sebelum kembali ke markas pada pukul 04.30 WIB.

Baca Juga:  Polres Nganjuk Gerebek Dua Lokasi: Pemuda 19 Tahun Ditangkap karena Sewakan Kamar untuk Perbuatan Cabul

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Meski demikian, seluruh muatan truk mengalami kerusakan akibat dilalap api. Hingga kini, penyebab pasti kebakaran beserta total kerugian material masih dalam proses penyelidikan dan pendataan oleh pihak berwenang.

Diberitakan sebelumnya, Kasat Lantas Polres Semarang, IPTU Raimon, membenarkan adanya peristiwa kebakaran truk ekspedisi tersebut. Saat dikonfirmasi awak media, ia menyampaikan bahwa petugas masih fokus melakukan penanganan di lokasi kejadian.

“Petugas masih di TKP,” ujar IPTU Raimon, Sabtu (27/6/2026).

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya pemeriksaan kondisi kendaraan, terutama komponen vital seperti as roda dan sistem pengereman, sebelum melakukan perjalanan jauh, sehingga potensi kecelakaan maupun kebakaran di jalan dapat diminimalkan. (*)