Laporan: Ninis Indrawati

SURABAYA | SUARAGLOBAL.COM  – Gang Dolly, yang dulunya dikenal sebagai lokalisasi terbesar di Asia Tenggara, kini bertransformasi menjadi pusat inovasi dan kreativitas anak muda. Inisiatif Urban Community Outreach Program (Urban COP), yang diinisiasi oleh beberapa kampus di Surabaya, telah membuka peluang baru bagi pemuda setempat untuk berkarya dan berkembang.

Salah satu terobosan terbaru dari program ini adalah pendirian Studio Podcast \”Ruang Srawung\”, sebuah platform yang memberikan ruang bagi anak muda dan masyarakat untuk menyuarakan gagasan, berbagi inspirasi, dan membangun kesadaran sosial. Langkah ini disambut baik oleh berbagai pihak, termasuk anggota DPRD Jawa Timur, Lilik Hendarwati.

Baca Juga:  Semanggat Juang Sambut HUT RI Ke 78, Warga Perum Praja Mulya Gelar Berbagai Lomba Meriah

\”Ini langkah luar biasa. Dolly yang dulu dikenal karena stigma negatif, kini mulai berubah menjadi tempat yang penuh kreativitas. Pemuda-pemuda di sini diberikan ruang untuk berkarya dan mengembangkan diri,\” ujar Lilik pada Selasa (11/02/25).

Dari Gelap ke Terang: Kreativitas sebagai Pilar Perubahan

Urban COP tidak bekerja sendiri. Program ini berkolaborasi dengan Karang Taruna RW 12 Kelurahan Putat Jaya untuk menghidupkan kembali kawasan Dolly dengan berbagai kegiatan bermanfaat. Selain podcast, mereka juga mengadakan pelatihan ekonomi kreatif, mentoring wirausaha, serta melibatkan mahasiswa dalam kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) dan Praktik Kerja Lapangan (PKL) di wilayah tersebut.

Baca Juga:  BNPT Tegaskan Keamanan Maksimal untuk PON XXI 2024 di Aceh-Sumut, Potensi Ancaman Teror Diantisipasi Ketat

\”Sebelumnya, program-program lebih fokus pada pelatihan ekonomi. Tapi sekarang, pendekatannya lebih luas. Pemuda didorong untuk berpikir lebih positif dan berkontribusi dalam perubahan lingkungan mereka,\” lanjut Lilik.

Berkat program ini, Dolly yang dulu identik dengan dunia malam kini berubah menjadi pusat edukasi dan kreativitas bagi anak muda.

Baca Juga:  Dandim 0704 / Banjarnegara Bersama Ibu Ketua Anjangsana Ke Warakawuri

Sinergi untuk Masa Depan yang Lebih Baik

Meski perubahan ini mulai terlihat, Lilik menegaskan bahwa kolaborasi berbagai pihak masih sangat dibutuhkan agar inisiatif ini dapat berjalan berkelanjutan.

\”Sinergi antara kampus, masyarakat, dan pemerintah harus terus diperkuat. Ini bukan perubahan instan, tapi langkah berkelanjutan untuk membangun masa depan Dolly yang lebih baik,\” tegasnya.

Baca Juga:  Hibah dari Pemkot Semarang, Lapas Semarang Kini Miliki Ambulans dan Pendopo

Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, Dolly kini bukan lagi sekadar bagian dari sejarah kelam, tetapi simbol transformasi menuju lingkungan yang lebih positif dan berdaya. Dari lokalisasi menjadi lokasi kreasi, Dolly telah berubah!. (*)