Laporan: Wahyu Widodo

SALATIGA | SUARAGLOBAL.COM – UMKM Argotelo Salatiga resmi meluncurkan program Go Export, menandai keberhasilan mereka dalam menembus pasar internasional. Kegiatan peluncuran ini berlangsung di Sentra Argotelo, Kelurahan Ledok, Kecamatan Argomulyo, dan dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, termasuk Wali Kota Salatiga, Robby Hernawan, (06/03/25).

Turut hadir dalam acara tersebut Kepala Bappeda, Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja, Kepala Dinas Koperasi dan UKM, Kepala Dinas Perdagangan Kota Salatiga, Ketua KPU Kota Salatiga, serta pimpinan dari Argotelo Kreasi Indonesia dan Naruna Group. Ketua Komunitas Wirausaha Salatiga juga turut serta dalam mendukung pencapaian UMKM lokal ini.

Baca Juga:  Ada Uang Sekitar Rp 200 Juta, Dalam OTT KPK di Lingkup Pemkab Kudus

Pemilik Argotelo, Toni Anandya Wicaksono, mengungkapkan rasa terima kasihnya atas dukungan pemerintah kota yang telah membantu mereka berkembang. Sejak berdiri pada 2016, Argotelo telah mengalami transformasi dari usaha kecil yang menjajakan produk secara keliling hingga kini mampu merambah pasar ekspor. Produk olahan singkong khas mereka menjadi daya tarik utama yang membawa nama Argotelo semakin dikenal di pasar internasional.

Baca Juga:  Ular Sanca 5 Meter di Kandang Ayam, Warga Salatiga Ungkap Penyebab Misterius Hilangnya Ternak

Dalam sambutannya, Wali Kota Robby Hernawan mengapresiasi pencapaian Argotelo dan menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan bukti bahwa UMKM Salatiga memiliki potensi besar untuk bersaing di kancah global. Ia juga berharap langkah Argotelo dapat menjadi inspirasi bagi pelaku usaha kecil lainnya untuk terus berinovasi dan mengembangkan produk yang berdaya saing tinggi.

Baca Juga:  Gelombang Protes Kotak Kosong di Surabaya: Tanda Ketidakpuasan Warga terhadap Pilkada Tanpa Alternatif

Program Go Export ini diharapkan menjadi langkah awal bagi lebih banyak UMKM di Salatiga untuk menembus pasar ekspor, sejalan dengan visi pemerintah dalam memperkuat sektor ekonomi lokal dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (*)