Laporan: Ninis Indrawati

SURABAYA | SUARAGLOBAL.COM – Berbagai persoalan yang selama ini membebani para pengemudi ojek online (ojol) mendapat perhatian serius dari Ketua Fraksi PKS DPRD Jawa Timur, Lilik Hendarwati. Setelah mendengar langsung aspirasi yang disampaikan Serikat Pekerja Pengemudi Daring (SPEED), Lilik menegaskan perlunya solusi ekonomi yang berkelanjutan agar kesejahteraan para driver tidak hanya bergantung pada banyaknya order setiap hari.

Aspirasi tersebut disampaikan dalam audiensi yang digelar di Ruang Fraksi PKS DPRD Jawa Timur, Selasa (30/6/2026). Dalam suasana penuh dialog, para pengemudi daring mengungkapkan berbagai tantangan yang mereka hadapi dalam menjalankan profesinya.

Keluhan yang mencuat antara lain tingginya biaya operasional kendaraan, mahalnya biaya perawatan sepeda motor, sulitnya memperoleh akses permodalan yang aman dan terjangkau, hingga minimnya kesempatan mengikuti pelatihan keterampilan yang dapat meningkatkan pendapatan keluarga.

Baca Juga:  MoU Strategis di Mako Brimob, PB INKANAS dan Kementerian PPPA RI Fokus Lindungi Perempuan dan Anak

Menanggapi berbagai masukan tersebut, Lilik Hendarwati menilai pengemudi ojek online memiliki kontribusi besar terhadap roda perekonomian masyarakat. Selain menjadi tulang punggung keluarga, mereka juga berperan penting dalam mendukung mobilitas warga setiap hari.

“Pengemudi daring merupakan pejuang ekonomi keluarga sekaligus penopang ekonomi masyarakat. Karena itu, kita harus menghadirkan solusi yang mampu meningkatkan kesejahteraan mereka dalam jangka panjang,” ujar Lilik.

Sebagai Pembina Komunitas SPEED, Lilik menegaskan bantuan yang bersifat sesaat tidak akan mampu menjawab berbagai persoalan yang dihadapi para pengemudi. Menurutnya, diperlukan sebuah ekosistem pemberdayaan yang melibatkan pemerintah, koperasi, lembaga keuangan, hingga dunia usaha agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.

Salah satu gagasan yang disampaikan adalah membangun kerja sama dengan koperasi sehingga anggota SPEED dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau. Langkah ini diyakini mampu mengurangi beban pengeluaran rumah tangga sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi keluarga para pengemudi.

Baca Juga:  Ditpolairud Polda Papua Gagalkan Penyelundupan Ganja dari PNG, Enam Pelaku Berhasil Ditangkap di Perairan Holtekam

Selain itu, Lilik juga mendorong sinergi dengan Dinas Tenaga Kerja Provinsi Jawa Timur untuk menghadirkan berbagai program pelatihan keterampilan, pendampingan usaha, serta pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Menurutnya, pelatihan tersebut akan membuka peluang usaha baru bagi para pengemudi maupun anggota keluarganya sehingga sumber penghasilan tidak hanya berasal dari aktivitas sebagai pengemudi daring.

“Kami ingin para pengemudi memiliki kesempatan meningkatkan keterampilan dan mengembangkan usaha sampingan sehingga penghasilan keluarga tidak hanya bergantung pada pekerjaan sebagai pengemudi daring,” katanya.

Tak hanya itu, Lilik juga memberikan perhatian terhadap tingginya biaya servis kendaraan yang selama ini menjadi salah satu beban terbesar para driver. Ia mengusulkan kerja sama dengan bengkel-bengkel mitra agar anggota SPEED memperoleh layanan perawatan kendaraan secara berkala dengan biaya yang lebih ringan.

Baca Juga:  Kapolres Gresik Terobos Genangan, Bawa Bantuan dan Harapan untuk Warga Benjeng

Di sektor pembiayaan, Lilik berharap Bank Jatim maupun Bank Perkreditan Rakyat (BPR) milik daerah dapat menghadirkan skema permodalan yang mudah diakses, aman, serta memiliki bunga yang ringan. Menurutnya, akses pembiayaan yang sehat akan membantu para pengemudi mengembangkan usaha produktif sekaligus menghindarkan mereka dari jeratan pinjaman berbunga tinggi.

Mengakhiri audiensi tersebut, Lilik berharap Komunitas SPEED terus berkembang menjadi organisasi yang mampu meningkatkan kapasitas, keterampilan, serta kesejahteraan para anggotanya.

Ia optimistis kolaborasi antara komunitas pengemudi, pemerintah daerah, koperasi, lembaga keuangan, dan dunia usaha akan melahirkan solusi ekonomi yang berkelanjutan. Dengan sinergi tersebut, para pengemudi ojek online diharapkan tidak hanya mampu bertahan menghadapi tantangan ekonomi, tetapi juga memiliki peluang yang lebih besar untuk meningkatkan taraf hidup bersama keluarganya. (*)