Laporan: S Hadi Purba

MEDAN | SUARAGLOBAL.COM – Tim Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumatera Utara (Poldasu) berhasil menangkap seorang tersangka yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) terkait kasus pembunuhan wanita bernama Mutia Pratiwi alias Sela. Mayat korban ditemukan di Jalan Jamin Ginting, Desa Doulu, Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo, beberapa waktu lalu.

Baca Juga:  Tanam Jagung, Tanam Harapan: Sinergi Lintas Instansi Sidoarjo Dorong Swasembada Pangan Nasional

Penangkapan terhadap pelaku berinisial R alias Iwan Bagong, warga Serdang Bedagai, dilakukan pada Jumat (8/11/2024) di sebuah rumah di Desa Signi, Kecamatan Kreung Semayam, Kabupaten Nagan Raya, Aceh. Operasi ini dipimpin langsung oleh Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sumut, Kompol Bayu Putra Samara.

Baca Juga:  Suasana Kekeluargaan Warnai Idul Adha 1447 H, Polres Salatiga Sembelih 5 Sapi dan 9 Kambing untuk Warga

\”Pelaku R berhasil kami tangkap setelah pelacakan intensif berdasarkan pengembangan kasus. Ia mengakui perannya dalam membuang jasad korban Sela atas perintah tersangka utama, J, yang sebelumnya sudah ditangkap,\” ungkap Kombes Pol Sumaryono, Direktur Reskrimum Polda Sumut, melalui Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Hadi Wahyudi, pada Kamis (21/11/2024) malam.

Baca Juga:  Pesona Nusantara Memukau Dunia, Indonesia Raih Runner Up Lomba Landscape Anggrek Internasional di Malaysia

Dalam keterangannya, Hadi menjelaskan bahwa pelaku R menerima upah sebesar Rp60 juta dari tersangka J untuk membuang jasad korban ke Kabupaten Karo menggunakan mobil. \”Pelaku mengakui perannya sebagai eksekutor dalam pembuangan jenazah korban. Dari tangan pelaku, kami menyita barang bukti berupa uang sisa upah, ponsel, dan kendaraan yang digunakan dalam kejahatan ini,\” jelas Hadi.

Baca Juga:  Gegara Pasang Paralon Berujung Duel Menggunakan Sajam, Dua Warga Pengadegan Dilarikan ke Rumah Sakit

Pelaku kini mendekam di Direktorat Reskrimum Polda Sumut untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Ia dijerat Pasal 221 juncto Pasal 55 KUHPidana dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara.

Baca Juga:  Suara Merdeka Resmikan Kantor Baru di Surabaya, Siap Hadapi Tantangan Era Digital

Kasus ini bermula pada 22 Oktober 2024 ketika jasad korban ditemukan di kawasan Jalan Jamin Ginting, Kabupaten Karo. Penyelidikan awal yang dilakukan oleh personel Jatanras Ditreskrimum Polda Sumut mengarah pada seorang pengusaha berinisial J, warga Kota Siantar, yang kemudian ditangkap bersama dua rekannya, S dan E.

Baca Juga:  Bukan Sekadar Nama: Pemkot Salatiga Libatkan Publik Tentukan Identitas RSUD

Dari hasil interogasi, terungkap bahwa korban Sela telah tinggal selama sebulan bersama tersangka J di rumahnya di Jalan Merdeka, Kota Siantar. Hubungan mereka memburuk hingga berujung pada pertengkaran yang menyebabkan korban meninggal dunia.

Baca Juga:  Langkah Terakhir di Jalur Sunyi: Lansia Tewas Tertabrak KA Malabar di Persawahan Kromasan

\”Tersangka J mengakui bahwa setelah korban meninggal, ia meminta bantuan rekannya untuk membuang jasad korban. Pelaku utama J dijerat Pasal 351 ayat (3) juncto Pasal 55 KUHPidana karena perbuatannya yang menyebabkan kematian, dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara,\” tambah Kombes Pol Sumaryono.

Baca Juga:  Kampanye Akbar Paslon Bobby-Surya dan RHS-AZI di Simalungun: Ribuan Massa Padati Lapangan Rambung Merah

Dengan tertangkapnya R, kasus ini semakin terang benderang. Polisi memastikan bahwa seluruh pihak yang terlibat dalam pembunuhan dan pembuangan jasad korban akan diproses hukum tanpa pandang bulu.

Baca Juga:  Jelang Ramadan, Satpol PP Surabaya Gencarkan Patroli Pengemis Musiman di Tempat Ibadah

\”Penanganan kasus ini menjadi prioritas kami untuk memastikan keadilan bagi korban dan keluarganya,\” tutup Kombes Pol Hadi Wahyudi.(*)