Dialog Publik dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda ke 90 Tahun oleh Organisasi Ekstra Kampus Universitas Sultan Agung Tirtayasa (Untirta), Senin (29/10/2018).

Serang, Beritaglobal.net – Organisasi ekstra kampus yang tergabung dalam Aliansi Cipayung Plus Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) lakukan dialog publik dalam memperingati Hari Sumpah Pemuda ke 90 Tahun, Senin (29/10/18).

Dialog publik yang dilaksanakan di Teater Terbuka Kampus A Untirta diperuntukan bagi mahasiswa Untirta secara keseluruhan dalam membedah secara utuh momentum hari sumpah pemuda sebagaimana tema yang diangkat, yaitu “Membedah secara utuh makna semangat Persatuan dan Kesatuan dikalangan Pemuda Mahasiswa dalam memperingati Sumpah Pemuda”.

Baca Juga:  Inovasi Tanpa Henti, Sidoarjo Kembali Sabet IGA Award 2025 Berkat Layanan Publik Berbasis Teknologi dan Respons Cepat

Tujuan diadakannya dialog publik adalah untuk membedah seperti apa semangat persatuan dan kesatuan yang ada dalam jiwa pemuda dan mahasiswa secara utuh dan dilihat dalam realitas masyarakat saat ini. Karna dalam peringatan sumpah pemuda ini kita mampu belajar secara historis dan filosofis, spirit yang terkandung dalam momentum bersejarah bangsa Indonesia ini.

“Perbedaan adalah sebuah rahmat, persatuan dan kesatuan adalah sebuah keindahan, tidak ada keindahan selain dari pada keberagamaan. Kenapa dengan banyak perbedaan baik suku, ras dan agama akan tetapi tetap dapat bersatu? Yaitu karena terdapat cinta, cinta terhadap tanah air dan bangsa,” ucap Imam Tarmidzi Taher.

Baca Juga:  Hoax! Saya Tidak Yakin Walikota Dan Wakil Walikota Ucap Fraksi PDIP Tolak Dana Guyub Rukun RW, Kata Ketua DPRD Kota Salatiga

Dialog publik diisi pernyataan sikap setiap pimpinan organisasi yang tergabung dalam aliansi, Ibnu Apriyadi Ketua Umum Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Imam Tarmidzi Taher Ketua Umum Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Aldi Agus Setiawan Ketua Umum Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), Faris Nurul Yaqin Ketua Umum Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), dan Martin Ronaldo Pakpahan Ketua Umum Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) untuk mencari titik temu perbedaan pandangan dalam menciptakan Persatuan dan Kesatuan.

Baca Juga:  Operasi Senyap di Rutan Salatiga: Kepala Rutan Pimpin Langsung Razia Gabungan Pasca Perayaan HUT RI dan Hari Pengayoman

Setiap narasumber menyerukan bahwa persatuan yang seutuhnya harus ditegakkan dalam semangat perjuangan bangsa oleh para pemuda mahasiswa dan disepakati bahwa pemuda mahasiswa adalah elemen terpenting dalam garda persatuan bangsa.

Dialog Publik yang dihadiri oleh lebih dari 100 mahasiswa ditutup dengan pembacaan teks sumpah pemuda yang diucapkan secara bersama dalam forum dialog dengan tujuan menegaskan kembali apa yang menjadi isi sumpah pemuda.

Penulis: Ibnu Apriyandi
Editor: Indra Lesmana Bahari/PPWI Banten