Peringatan Hari Bumi 2026, Kadindik Jatim Ajak Siswa Aktif Jaga Alam Lewat Aksi Nyata Penanaman Pohon
Laporan: Ninis Indrawati
BLITAR | SUARAGLOBAL.COM – Suasana berbeda tampak di halaman SMAN 1 Blitar, Rabu (22/4/2026). Dalam rangka memperingati Hari Bumi 2026, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur turun langsung ke lapangan untuk melakukan aksi nyata: menanam pohon alpukat bersama siswa dan pihak sekolah.
Kegiatan ini bukan sekadar seremoni. Di tengah isu perubahan iklim dan kerusakan lingkungan yang kian mengkhawatirkan, langkah tersebut menjadi simbol kuat komitmen dunia pendidikan dalam membangun kesadaran ekologis sejak usia dini.
Dengan penuh semangat, Kadindik Jatim memegang cangkul dan ikut menanam pohon alpukat di area sekolah. Para siswa yang turut mendampingi tampak antusias, ikut menggali tanah hingga menutup kembali lubang tanam dengan rapi.
“Menjaga lingkungan tidak cukup hanya dipelajari di kelas. Harus dipraktikkan langsung,” tegasnya di hadapan para siswa.
Ia menekankan bahwa pendidikan sejatinya tidak hanya berorientasi pada capaian akademik semata, tetapi juga pada pembentukan karakter, termasuk kepedulian terhadap kelestarian alam.
Menurutnya, penanaman pohon merupakan langkah sederhana, namun memiliki dampak besar jika dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan. Ia pun mendorong seluruh sekolah di Jawa Timur untuk mengembangkan program-program hijau yang melibatkan siswa secara aktif.
“Kalau dilakukan bersama-sama dan terus menerus, ini akan menjadi gerakan besar yang berdampak nyata bagi lingkungan,” ujarnya.
Kegiatan tersebut juga menjadi momen edukatif bagi siswa. Mereka tidak hanya belajar tentang pentingnya pohon bagi kehidupan, tetapi juga merasakan langsung proses penghijauan dari awal hingga akhir.
Salah satu siswa mengaku senang bisa terlibat dalam kegiatan tersebut. Selain menambah pengalaman, kegiatan ini juga menumbuhkan rasa tanggung jawab untuk menjaga lingkungan sekolah.
Melalui aksi ini, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur berharap dapat melahirkan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kesadaran tinggi terhadap pentingnya menjaga bumi.
Program penghijauan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan sekolah yang lebih hijau, sehat, dan berkelanjutan di seluruh wilayah Jawa Timur. (*)




Tinggalkan Balasan