Tokoh NU Kabupaten Magelang saat hadiri Diklatsar Banser Satkoryon Salaman, Jumat (15/02/2019). (Foto: EKT)

Magelang, beritaglobal.net – Lapangan Dilem Kebonrejo, Salaman, Magelang, menjadi arena Pendidikan Latihan Dasar (Diklatsar) anggota Banser dari Satkoryon Salaman.

Sebanyak 385 personil Banser, yang turut serta dalam Diklatsar, Jumat (15/02/2019) kemarin disaksikan oleh Wakil Bupati Magelang Edi Cahyono, KH. Mansyur Qhadiq, KH. Said Asrori, Dr. KH. Mahsun, KH. Ahmad Musyafak, serta anggota DPRD Kabupaten Magelang Drs. Mujadin Putu Murja dan Suroso Singgih, S.H., tak ketinggalan ketua Rois Syuriah NU, ketua Tanfidzyah, ketua Muslimat, ketua Fatayat, ketua GP Ansor, Kasatkoryon Banser Kabupaten Magelang, selain itu hadirnya ketua PC ipnu – ippnu, Camat serta unsur Forkompincam Salaman.

Baca Juga:  Momen Menjelang Tahun Baru 2022 Pemdes Majasem Gelar Tasyakuran dan Santunan Anak Yatim

Dalam Sambutanya wakil Bupati menyampaikan, bahwa Kegiatan Diklatsar Banser Kartikanawa yang ke 26 ini dimaksudkan untuk memberi bekal tentang pengetahuan awal dan ketrampilan kepada para personil Banser serta kaderisasi dan reorganisasi.

Baca Juga:  Dua Kali Beraksi Melakukan Pencarian, Mantan Karyawan Ditangkap Satreskrim Polres Salatiga

“Untuk itu, anggota Banser sebagai garda Nahdlatul Ulama terdepan dalam menjaga keutuhan bangsa agar turut menangkal berita Hoax ataupun berita negatif yang berpotensi menggangu ketentraman masyarakat,” terangnya.

Sementara menurut Isro’ Muntaha, S.E., (40), salah satu tokoh pemuda asal Dusun Kranjang Kauman Sidodadi Salaman, yang mengikuti acara ini menyampaikan bila Diklatsar Banser di rayon Salaman ini diharapkan dapat mencetak calon banser yang berahlakul kharimah dan berkualitas.

Baca Juga:  Pelindo Group Makin Moncer, Program EAZI Antar TPK Nilam Pecahkan Rekor 49.685 TEUs

“Diharapkan setelah mendapatkan pendidikan ini rekan – rekan Banser bisa lebih ikut berperan serta dalam menjaga segala aspek kehidupan berbangsa dan bernegara demi tegak serta utuhnya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sehingga terwujud Baldatuun Toyibatun Waa Robbun Ghoffur,” harap Isro’. (*)

Dilaporkan kontributor Magelang: Eko Triyono
Editor: Fera Marita