Laporan: Ninis Indrawati

NGANJUK | SUARAGLOBAL.COM – Komitmen membangun pendidikan berkualitas di Jawa Timur terus digaungkan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai. Salah satu langkah yang kini menjadi perhatian serius adalah penguatan budaya hidup bersih di lingkungan sekolah.

Hal itu disampaikan Aries saat melakukan kunjungan ke SMAN 3 Nganjuk. Dalam kunjungannya, ia memberikan apresiasi terhadap kondisi sekolah yang dinilai mampu menjaga kebersihan, kerapian, dan kenyamanan lingkungan secara konsisten.

Menurut Aries, lingkungan sekolah yang bersih bukan sekadar persoalan estetika, tetapi juga bagian penting dalam membangun karakter peserta didik. Ia menilai budaya hidup bersih dapat melatih kedisiplinan, tanggung jawab, hingga kepedulian siswa terhadap lingkungan sekitar.

Baca Juga:  Polresta Malang Kota Kembali Raih Penghargaan Pelayanan Publik Ramah Kelompok Rentan dari KemenPAN-RB

“Lingkungan sekolah yang bersih akan menciptakan suasana belajar yang nyaman dan mendukung proses pendidikan yang berkualitas. Selain itu, ini juga menjadi bagian penting dari pendidikan karakter,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Aries mengajak seluruh elemen sekolah mulai dari kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, hingga siswa untuk aktif menjaga kebersihan lingkungan sekolah melalui kegiatan rutin dan berkelanjutan.

Ia menekankan bahwa budaya hidup bersih tidak boleh hanya menjadi kegiatan seremonial semata. Menurutnya, kebiasaan menjaga kebersihan harus tertanam dalam aktivitas sehari-hari di lingkungan sekolah.

Baca Juga:  BNN Ubah Pendekatan, Rehabilitasi Jadi Prioritas untuk Pengguna Narkoba

Berbagai langkah sederhana seperti kerja bakti rutin, pengelolaan sampah yang baik, penataan taman sekolah, hingga menjaga fasilitas umum tetap bersih dinilai menjadi bagian penting dalam menciptakan sekolah yang sehat dan nyaman.

Aries juga menyoroti pentingnya kolaborasi seluruh warga sekolah dalam menjaga lingkungan pendidikan tetap tertata rapi. Ia meyakini, keberhasilan menciptakan budaya bersih tidak bisa dilakukan secara individu, melainkan membutuhkan kesadaran bersama.

Keberhasilan SMAN 3 Nganjuk menjaga kebersihan lingkungan pun diharapkan dapat menjadi contoh positif bagi sekolah-sekolah lain di Jawa Timur.

Baca Juga:  GNCP Magelang Bahas Strategi Pemenangan Prabowo - Sandi

Menurut Aries, sekolah yang bersih akan memberikan dampak besar terhadap kenyamanan belajar siswa, kesehatan lingkungan, hingga meningkatnya semangat belajar peserta didik.

Ia optimistis, apabila budaya hidup bersih diterapkan secara konsisten di seluruh satuan pendidikan, maka kualitas pendidikan di Jawa Timur juga akan semakin meningkat seiring terciptanya lingkungan belajar yang sehat, nyaman, dan kondusif.

“Budaya hidup bersih harus menjadi identitas sekolah. Jika lingkungan sekolah nyaman, siswa akan lebih semangat belajar dan proses pendidikan berjalan lebih optimal,” tegasnya. (*)