516 Siswa SDIT Nidaul Hikmah Salatiga Diwisuda Tahfidz, Generasi Qur’ani Tumbuh di Tengah Gempuran Era Digital

Laporan: Wahyu Widodo
SALATIGA | SUARAGLOBAL.COM — Di tengah derasnya arus digitalisasi yang membuat anak-anak semakin akrab dengan layar gawai dan media sosial, SDIT Nidaul Hikmah Salatiga justru menghadirkan pemandangan berbeda. Ratusan siswa tampil percaya diri di hadapan orang tua mereka, bukan untuk memamerkan kemampuan teknologi, melainkan capaian hafalan Al-Qur’an yang telah mereka tuntaskan sejak usia dini.
Sebanyak 516 siswa kelas 1 hingga kelas 6 mengikuti Wisuda Tahfidz dan Khotmil Qur’an yang digelar khidmat di Masjid Darul Amal, Sabtu (23/5/2026). Suasana penuh haru dan kebanggaan menyelimuti acara tahunan tersebut.
Wisuda ini bukan sekadar seremoni penutup tahun ajaran. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi simbol perjalanan panjang para siswa dalam belajar membaca, memahami, dan menghafal Al-Qur’an secara bertahap dan berkesinambungan.
Kepala Sekolah SDIT Nidaul Hikmah Salatiga, Dony Prasetyo Nugroho menegaskan bahwa program tahfidz dan tahsin menjadi salah satu unggulan sekolah dalam membangun karakter siswa di tengah tantangan zaman modern.
“Wisuda ini menjadi bentuk penghargaan atas capaian pembelajaran Al-Qur’an yang telah diselesaikan siswa. Kami berharap ini tidak berhenti pada hafalan, tetapi menjadi bekal karakter dalam kehidupan mereka,” ujarnya kepada suaraglobal.com.
Menurutnya, pendidikan saat ini tidak cukup hanya menyiapkan anak-anak unggul secara akademik. Di tengah perkembangan teknologi yang begitu cepat, siswa juga perlu memiliki fondasi moral dan spiritual yang kuat agar mampu menghadapi perubahan zaman tanpa kehilangan nilai-nilai kehidupan.
Melalui metode Tilawati, para siswa didorong untuk menyelesaikan target hafalan sesuai jenjang kelas. Program tersebut disusun bertahap agar anak-anak mampu belajar secara konsisten tanpa merasa terbebani.
Adapun capaian hafalan yang ditetapkan sekolah yakni kelas 1 menyelesaikan Juz 30, kelas 2 Juz 29, kelas 3 Juz 28, kelas 4 Juz 1, kelas 5 Juz 2, dan kelas 6 Juz 3.
Di antara ratusan wisudawan, satu nama menjadi perhatian khusus. Ananda Luthfia Zahra Talita dari kelas 6 Ja’far bin Abi Thalib berhasil mencatatkan hafalan hingga 9 juz Al-Qur’an. Prestasi tersebut sontak menuai apresiasi dari para guru dan wali murid yang hadir.
Pencapaian itu dinilai menjadi bukti bahwa pendidikan dasar bukan hanya soal nilai rapor dan prestasi akademik, tetapi juga tentang ketekunan, kedisiplinan, serta kemampuan menjaga komitmen sejak usia muda.
Mengusung tema “Membentuk Generasi Madani Bersama Al-Qur’an”, SDIT Nidaul Hikmah Salatiga ingin menjadikan Al-Qur’an sebagai pijakan utama dalam membentuk karakter peserta didik.
Sekolah menilai tantangan pendidikan modern saat ini bukan hanya bagaimana mencetak generasi cerdas secara intelektual, tetapi juga bagaimana melahirkan anak-anak yang tetap memiliki akhlak, empati, dan nilai spiritual kuat di tengah derasnya perubahan sosial.
Acara tersebut turut dihadiri Pengawas Korwil Tingkir, Nur Rohmah Wibawati. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh siswa atas semangat mereka dalam menghafal Al-Qur’an sejak duduk di bangku sekolah dasar.
Ia juga memberikan penghargaan kepada para guru dan orang tua yang selama ini mendampingi proses pembelajaran para siswa dengan penuh kesabaran dan ketelatenan.
Momen paling mengharukan terjadi di penghujung acara ketika para siswa menyerahkan mahkota kepada orang tua mereka. Prosesi simbolis tersebut menjadi gambaran penghormatan dan rasa terima kasih anak kepada ayah dan ibu yang telah mendampingi perjalanan belajar mereka.
Tangis haru pecah di sejumlah sudut masjid. Banyak orang tua tak mampu menahan air mata saat anak-anak mereka memeluk dan menyerahkan mahkota sebagai simbol bakti dan cinta.
Suasana emosional itu seakan menegaskan pesan penting dari kegiatan tersebut: pendidikan sejatinya bukan hanya tentang siapa yang paling cepat meraih prestasi, tetapi tentang siapa yang mampu tumbuh dengan nilai-nilai kehidupan yang tetap terjaga.
Melalui Wisuda Tahfidz dan Khotmil Qur’an ini, SDIT Nidaul Hikmah Salatiga berharap para siswanya kelak tidak hanya menjadi penghafal Al-Qur’an, tetapi juga mampu mengamalkan nilai-nilai yang dipelajari dalam kehidupan sehari-hari serta memberi manfaat bagi masyarakat luas. (*)








Tinggalkan Balasan