Istimewa

Laporan: Iswahyudi Artya

 PASURUAN | SUARAGLOBAL.COM – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mendukung pengembangan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) di kawasan wisata Bromo Tengger Semeru (BTS). Upaya ini bertujuan untuk mempercantik KSPN BTS agar lebih menarik bagi wisatawan, melalui pembangunan Gerbang Wisata Penanda menuju BTS di Desa Ngadiwono, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan.

Baca Juga:  Tingkatkan Disiplin Diri dan Etos Kerja, Korem 073/Makutarama Peringati Nuzulul Qur'an 1444 H

Penjabat (Pj) Bupati Pasuruan, Andriyanto, menyampaikan bahwa proyek tersebut sudah mulai berjalan dan saat ini telah mencapai sekitar 40 persen. Saat melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke lokasi pada Rabu (3/7/2024), Andriyanto mengungkapkan bahwa gerbang wisata yang dibangun tidak hanya di Desa Ngadiwono. Terdapat tiga gerbang tambahan, yaitu di Desa Sukapura sebagai pintu masuk dari arah Kabupaten Probolinggo, Desa Wringinanom Kecamatan Poncokusumo sebagai pintu masuk dari arah Kabupaten Malang, dan Desa Senduro sebagai pintu masuk dari arah Kabupaten Lumajang.

Baca Juga:  Harga Bitcoin Capai Rp1 Miliar Lagi di Tengah Panasnya Sentimen Politik AS

Andriyanto menjelaskan bahwa di keempat gerbang tersebut, pemerintah juga membangun Rest Area dan Tengger Culture Center (TCC). Untuk Desa Ngadiwono sendiri, anggaran sebesar lebih dari Rp34 miliar yang bersumber dari dana hibah World Bank (Bank Dunia) telah disiapkan.

Baca Juga:  Inilah Tempat Pertama yang Dikunjungi Presiden RI Jokowi Beserta Rombongan, Selepas Tinjau Pasar Johar

Andriyanto menegaskan bahwa proyek tersebut sudah dimulai sejak 16 Februari lalu dan ditargetkan selesai pada 20 September mendatang. Setelah selesai, proyek ini akan dilanjutkan dengan pekerjaan operasional dan pemeliharaan oleh Pemerintah Kabupaten Pasuruan, khususnya Dinas Pariwisata. Proyek ini diperkirakan akan didampingi selama 3-4 tahun ke depan sebelum sepenuhnya diserahkan kepada desa. (*)