Detik-Detik Truk Ekspedisi Dilalap Si Jago Merah di Tol Salatiga–Boyolali KM 464

Laporan: Wahyu Widodo
KAB. SEMARANG | SUARAGLOBAL.COM – Perjalanan sebuah truk ekspedisi yang mengangkut berbagai barang bernilai tinggi berubah menjadi mimpi buruk setelah kendaraan tersebut dilalap kobaran api di ruas Tol Salatiga–Boyolali KM 464 Jalur A, tepatnya di wilayah Desa Beji Lor, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Sabtu dini hari (27/6/2026).
Kobaran api yang membesar dalam waktu singkat membuat para pengguna jalan yang melintas terkejut. Dari kejauhan, nyala api disertai kepulan asap hitam pekat tampak membumbung tinggi dan menghanguskan hampir seluruh badan truk beserta muatannya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, truk ekspedisi tersebut tengah membawa berbagai barang kiriman antardaerah dengan nilai ekonomi cukup besar. Muatan yang diangkut meliputi pakaian, springbed, mesin cuci, lemari es, granit, hingga sepeda motor.
Besarnya kobaran api membuat barang-barang yang berada di dalam bak truk tidak sempat diselamatkan. Api terus berkobar hingga melumat sebagian besar isi muatan sebelum akhirnya berhasil dipadamkan oleh petugas.
Mendapat laporan adanya kebakaran, petugas segera bergerak menuju lokasi untuk melakukan pemadaman sekaligus mengamankan area sekitar agar kobaran api tidak membahayakan pengguna jalan lainnya.
Selama proses penanganan berlangsung, arus lalu lintas di sekitar lokasi sempat mengalami perlambatan. Petugas kepolisian bersama pihak terkait melakukan pengaturan arus kendaraan sehingga proses pemadaman dan evakuasi dapat berlangsung dengan aman.
Beruntung, hingga proses penanganan selesai tidak ada laporan mengenai korban jiwa dalam insiden tersebut. Meski demikian, kerugian materi diperkirakan mencapai angka yang cukup besar mengingat sebagian besar barang yang diangkut merupakan produk elektronik dan perabot rumah tangga bernilai tinggi.
Kasat Lantas Polres Semarang, IPTU Raimon, membenarkan adanya peristiwa kebakaran truk ekspedisi tersebut. Saat dikonfirmasi, ia menyampaikan bahwa petugas masih fokus melakukan penanganan di lokasi kejadian.
“Petugas masih di TKP,” ujar IPTU Raimon, Sabtu (27/6/2026).
Hingga berita ini diturunkan, aparat kepolisian masih melakukan pengamanan lokasi, pendataan, serta penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti kebakaran. Belum ada keterangan resmi mengenai sumber api maupun total kerugian yang ditimbulkan akibat insiden tersebut.
Penyidik juga mendalami sejumlah kemungkinan penyebab kebakaran, mulai dari gangguan teknis pada kendaraan, korsleting sistem kelistrikan, hingga faktor lain yang berpotensi memicu munculnya api.
Peristiwa ini menjadi peringatan bagi para pengusaha jasa angkutan maupun pengemudi kendaraan logistik agar selalu memastikan kondisi armada dalam keadaan prima sebelum menempuh perjalanan jarak jauh.
Pemeriksaan menyeluruh terhadap sistem kelistrikan, kondisi mesin, rem, hingga ketersediaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) dinilai sangat penting untuk mengantisipasi risiko kebakaran di tengah perjalanan.
Selain itu, pihak berwenang mengimbau para pengemudi agar segera menghentikan kendaraan di lokasi yang aman apabila muncul tanda-tanda gangguan seperti bau kabel terbakar, kepulan asap dari ruang mesin, maupun percikan api. Langkah cepat tersebut diharapkan mampu mencegah kebakaran meluas dan meminimalkan potensi kerugian yang lebih besar. (*)








Tinggalkan Balasan