Laporan: W Widodo

  BOYOLALI | SUARAGLOBAL.COM – Pagi yang cerah menjadi saksi berlangsungnya acara Kenduri Wiwit Berkah Kopi di kebun kopi Dukuh Jumbleng, Desa Banyuanyar, Kecamatan Ampel, Kabupaten Boyolali, pada Kamis (27/6/2024). Acara yang mendapat pengamanan maksimal dari Kepolisian Boyolali ini dihadiri oleh pejabat pemerintahan, TNI, Kepolisian, serta berbagai tokoh penting dan warga masyarakat sekitar, beserta relawan di wilayah Boyolali, yang berkumpul untuk merayakan tradisi leluhur yang kaya makna.

Acara tersebut, yang pada awalnya diagendakan akan dihadiri Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi, batal karena padatnya kegiatan. Kapolres Boyolali, AKBP Petrus Parningotan Silalahi, mewakili Bpk Kapolda menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadiran Kapolda Jawa Tengah karena ada kunjungan Kapolri. Kapolres menegaskan pentingnya melestarikan tradisi wiwit kopi sebagai warisan leluhur dan berharap hasil panen kopi dapat memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat.

Baca Juga:  Operasi Tumpas Semeru 2025, Polres Madiun Kota Bekuk 7 Pengedar Narkoba: Ganja 1 Kg dan Sabu Puluhan Gram Disita

Acara dimulai dengan kirab tumpeng dan hasil tani Wiwit Berkah Kopi, dilanjutkan dengan pembacaan doa oleh Bapak H. Salam, sesepuh kopi Desa Banyuanyar, serta pertunjukan kesenian karawitan dari Desa Banyuanyar untuk memeriahkan suasana.

Baca Juga:  Pasar Raya 1 Kota Salatiga dan Cerita Jajan Pasarnya

Puncak acara adalah saat wiwit petik kopi perdana oleh Kapolres Boyolali bersama tokoh masyarakat Boyolali, Bapak Agus Irawan, Camat Ampel Bapak Drs. Sri Hanung Marhaendra Djaya, M.Si, dan Kepala Desa Banyuanyar, Bapak Komarudin, ST. Bapak Eko Budi Suroso selaku pendampingan paguyuban petani kopi memberikan penjelasan tentang proses pembuatan kopi kepada para tamu undangan.

Para undangan turut meninjau stand UMKM Desa Banyuanyar yang disertai dengan pertunjukan tari Nawung Sekar dari SD Negeri Banyuanyar. Dalam sambutannya, Kepala Desa Banyuanyar, Bapak Komarudin, ST, mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung acara ini dan berharap perkebunan kopi di desanya dapat meningkatkan perekonomian masyarakat.

Baca Juga:  Ziarah Kebangsaan Kapolri, Dari Makam Bung Karno hingga Soeharto Demi Spirit Pengabdian

Camat Ampel, Bapak Drs. Sri Hanung Marhaendra Djaya, M.Si, menekankan pentingnya melestarikan tradisi wiwit sebagai bentuk syukur dan berharap hasil panen kopi dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Bapak Agus Irawan, selaku tokoh masyarakat yang turut hadir, memperkenalkan diri sebagai putra daerah yang berkomitmen akan membantu dan menjadikan acara Kenduri Wiwit Kopi sebagai agenda rutin tahunan dan mempromosikan kopi lokal Boyolali. (*)