Ribuan Buruh Gelar Aksi Damai di Surabaya, Polisi Apresiasi Ketertiban Massa

Laporan: Ninis Indrawati

SURABAYA | SUARAGLOBAL.COM – Ribuan buruh dari berbagai serikat pekerja se-Jawa Timur memadati pusat Kota Surabaya untuk menyuarakan aspirasi mereka, Kamis (28/8/2025). Aksi yang terpusat di depan Gedung Negara Grahadi itu berlangsung aman dan damai, meski diikuti massa besar yang bergerak dari sejumlah titik.

Sejak pagi, para buruh telah berkumpul di Bundaran Waru sebagai titik start. Dengan tertib, mereka berjalan bersama menuju pusat aksi sambil membentangkan spanduk, poster, serta mengumandangkan yel-yel perjuangan. Orasi-orasi lantang terus disuarakan, namun tetap dalam koridor damai tanpa menimbulkan kericuhan.

Tuntutan Buruh: Tolak Outsourcing hingga Desakan Kenaikan UMK

Baca Juga:  Tragedi Longsor di Karo: 10 Korban Jiwa, Akses Jalan Lumpuh

Dalam aksinya, buruh menyampaikan sejumlah tuntutan penting yang dianggap krusial bagi keberlangsungan hidup pekerja. Mereka menolak sistem outsourcing dan kebijakan upah murah yang dinilai merugikan buruh.

Selain itu, mereka mendesak Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk menetapkan kenaikan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) 2026 sebesar 8,5–10,5 persen. Massa juga menuntut pembentukan Satgas Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) untuk mencegah adanya pemecatan sepihak, reformasi perpajakan ketenagakerjaan, hingga percepatan pengesahan sejumlah rancangan undang-undang yang menyangkut kepentingan pekerja.

2.600 Personel Gabungan Kawal Jalannya Aksi

Untuk memastikan jalannya aksi tetap kondusif, Polrestabes Surabaya bersama Polda Jatim dan polres sekitar mengerahkan lebih dari 2.600 personel gabungan. Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Luthfi Sulistiawan, memimpin langsung apel pasukan sebelum aksi dimulai.

Baca Juga:  SPN Polda Jatim Luncurkan Program Edu-Lead, Cetak Bintara Polri Berkarakter dan Visioner

Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya pendekatan humanis dan profesionalisme aparat. “Kami hadir bukan untuk membatasi, tapi memastikan kegiatan berjalan aman, tertib, dan kondusif,” tegasnya.

Sejumlah langkah pengamanan juga dilakukan, termasuk pemeriksaan barang bawaan massa guna mengantisipasi adanya benda berbahaya. Polisi turut menerapkan rekayasa lalu lintas di beberapa ruas jalan utama, seperti kawasan Kebun Binatang Surabaya, agar mobilitas masyarakat tetap berjalan lancar.

Aksi Berakhir Tertib, Polisi Apresiasi Kedewasaan Buruh

Baca Juga:  Batik Tanjung Bumi Meriahkan HUT IWAPI ke-50 di Bangkalan, Dorong Ekonomi Kreatif Perempuan

Hingga sore hari, aksi berjalan sesuai harapan. Usai menyampaikan aspirasi mereka, massa secara perlahan membubarkan diri dengan tertib. Situasi kota tetap terkendali tanpa insiden yang berarti.

Kombes Luthfi menyampaikan apresiasi tinggi terhadap kedewasaan para buruh. “Atas nama pribadi dan jajaran Polrestabes Surabaya, saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh buruh yang menjaga ketertiban dan ikut bertanggung jawab atas keamanan kota ini,” ucapnya.

Ia menambahkan bahwa pengamanan aksi bukan hanya sebatas kewajiban formal kepolisian, tetapi juga bentuk nyata pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: Content is protected !!