Alumni MTs Nahdlatul Muslimin ’94 Galang Kepedulian, Bagi Sembako untuk Korban Banjir Undaan

Laporan: Tambah Santosa

KUDUS | SUARAGLOBAL.COM — Aksi solidaritas sosial hadir dari para alumnus Madrasah Tsanawiyah (MTs) Nahdlatul Muslimin angkatan 1994 yang tergabung dalam Majelis Ta’lim Baitul Hikmah bekerjasama dengan Yayasan Hj. Kartini Undaan Kidul Kudus. Mereka menyusuri rumah-rumah warga di wilayah Ngemplak, Wates, Undaan Lor, dan Karangrowo, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, untuk membagikan bantuan sembako kepada warga yang terdampak banjir selama hampir tiga pekan terakhir.

Dengan mengenakan seragam dan menenteng bungkusan bantuan, para alumni mendatangi langsung rumah-rumah penduduk yang masih terdampak genangan air maupun yang sedang menjalani pemulihan. Bantuan itu berisi paket sembako dan kalender tahun 2026 yang dibagikan secara door to door.

Baca Juga:  Terendus Jejak di Garasi: Polsek Kenjeran Bongkar Jaringan Curanmor hingga Madura

Koordinator kegiatan yang juga Ketua Ikatan Alumni (IKA) MTs Nahdlatul Muslimin ’94 serta Ketua Yayasan Hj. Kartini Undaan Kidul, Agus Hermawan, menyampaikan bahwa penggalangan dana dilakukan secara gotong royong oleh alumni berada di berbagai wilayah. Menurutnya, aksi ini bukan sekadar bentuk kepedulian sosial, tetapi juga ekspresi empati terhadap warga Undaan yang saban tahun harus berhadapan dengan risiko banjir.

Baca Juga:  Tujuh Bulan Menghilang, Motor Digelapkan Teman Akhirnya Kembali Berkat Ketelitian Polisi

“Para alumni secara gotong royong mengumpulkan dana untuk diberikan kepada korban banjir sebagai wujud kepedulian dan empati sesama alumni dan masyarakat Undaan,” ujar Agus Hermawan.

Namun aksi mereka tidak berhenti pada pembagian bantuan saja. Dalam kegiatan tersebut, para alumni juga menyisipkan edukasi kepada warga terkait pentingnya pendidikan kebencanaan, khususnya menyangkut kesiapsiagaan banjir yang kerap terjadi di wilayah Undaan bagian utara.

Agus menilai bahwa edukasi kebencanaan merupakan hal mendesak yang perlu ditanamkan kepada masyarakat, mengingat warga menjadi subjek sekaligus objek dari peristiwa banjir itu sendiri.

Baca Juga:  Kapolres Tuban Dorong Generasi Sehat Melalui Program Gizi di SD Gemulung III

“Hal ini urgen karena masyarakat merupakan subyek dan obyek dari bencana banjir itu sendiri sehingga perlu dibangun kesadaran bersama dan kerja sama yang sinergis dengan pemerintah, tokoh masyarakat dan pihak terkait agar bencana serupa tidak terulang kembali,” tuturnya.

Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum silaturahmi antar alumni dan bentuk pengabdian kepada masyarakat sekitar. Aksi sosial lanjutan disebut akan direncanakan jika situasi banjir belum sepenuhnya pulih atau jika terdapat kebutuhan darurat tambahan dari warga terdampak. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: Content is protected !!