Polres Malang Intensifkan Edukasi Anti-Bullying Demi Sekolah Aman dan Nyaman
Laporan: Ninis Indrawati
MALANG | SUARAGLOBAL.COM – Aksi perundungan di lingkungan sekolah menjadi perhatian serius Polres Malang Polda Jawa Timur. Tak tinggal diam, kepolisian turun langsung ke sekolah-sekolah lewat Program Polres Malang Presisi guna membentengi pelajar dari bahaya bullying dan kenakalan remaja.
Program ini digencarkan sebagai langkah preventif untuk menyelamatkan generasi muda dari dampak buruk perundungan yang kerap terjadi, baik secara fisik, verbal, hingga melalui media sosial.
Kasihumas Polres Malang, AKP Bambang Subinajar, menegaskan bahwa Polres Malang Presisi tidak sekadar slogan, melainkan diwujudkan melalui pembinaan dan penyuluhan (binluh) yang menyasar langsung pelajar dan mahasiswa.
“Materi yang disampaikan menitikberatkan pada pengenalan bentuk-bentuk bullying, dampak yang ditimbulkan, serta cara mencegah perundungan sejak dini di lingkungan sekolah,” ungkap AKP Bambang, Kamis (29/1/2026).
Menurutnya, jajaran Polres Malang terus mengintensifkan kegiatan sosialisasi ke sekolah-sekolah sebagai benteng awal mencegah maraknya kasus bullying yang bisa meninggalkan luka psikologis berkepanjangan bagi korban.
“Pendekatan edukatif dinilai paling efektif untuk membangun kesadaran siswa tentang dampak negatif bullying, baik secara psikologis maupun sosial. Anak-anak perlu tahu bahwa perundungan bukan hal sepele,” tegasnya.
Tak hanya memberikan materi, kehadiran polisi di lingkungan sekolah juga diharapkan mampu menciptakan rasa aman sekaligus menumbuhkan kepercayaan siswa terhadap aparat penegak hukum. Dengan begitu, pelajar tidak ragu untuk berbicara dan melapor jika mengalami atau melihat tindakan perundungan.
Senada dengan itu, Kapolres Malang AKBP M. Taat Resdianto menekankan pentingnya membekali pelajar dengan keberanian untuk menolak bullying serta menumbuhkan sikap saling menghargai antar sesama.
“Melalui program Polres Malang Presisi ini, kami ingin menanamkan nilai empati, disiplin, dan saling menghormati sejak dini. Semua dimulai dari lingkungan sekolah,” ujar AKBP Taat.
Menurutnya, sekolah harus menjadi ruang yang aman dan nyaman bagi anak-anak untuk belajar, berkreasi, serta berkembang tanpa rasa takut.
“Lingkungan sekolah wajib menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi anak-anak untuk belajar dan berkembang,” tegas mantan Kapolres Tulungagung itu.
AKBP Taat menambahkan, Polres Malang Polda Jatim akan terus menggencarkan kegiatan serupa secara berkelanjutan dengan menyasar seluruh jenjang pendidikan di wilayah Kabupaten Malang, mulai dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi.
Ia menegaskan, pencegahan bullying bukan hanya tugas kepolisian semata, melainkan membutuhkan peran aktif semua pihak.
“Pencegahan bullying tidak bisa dilakukan sendiri. Diperlukan sinergi antara sekolah, orang tua, dan kepolisian agar anak-anak benar-benar terlindungi dari perilaku perundungan,” pungkasnya.
Dengan langkah ini, Polres Malang berharap dapat mencetak generasi muda yang berani, berempati, serta menjunjung tinggi nilai saling menghormati demi masa depan yang lebih baik. (*)


Tinggalkan Balasan