Laporan: Tedy M

BOYOLALI | SUARAGLOBAL.COM — Dusun Pengkol, Kecamatan Karanggede, Kabupaten Boyolali, berubah menjadi kampung duka. Aroma anyir darah masih terasa, tangis pecah dari rumah sederhana milik Purwanto, juragan sate kambing yang kini porak-poranda oleh aksi perampokan sadis. Tragedi itu merenggut nyawa AO (6), sementara sang ibu, Daryanti (34), kritis setelah dibacok senjata tajam.

Peristiwa mengerikan itu terjadi Kamis (29/1/2026) sekitar pukul 15.45 WIB, seusai salat Asar. Saat suasana sore mulai lengang, terduga pelaku menyatroni rumah korban. Kekerasan tak terelakkan. AO ditemukan tak bernyawa di kamar mandi dengan kondisi mengenaskan, sementara Daryanti tergeletak bersimbah darah akibat luka bacok.

Polres Boyolali tak butuh waktu lama. Dalam tempo kurang dari 1 x 24 jam, terduga pelaku berinisial A berhasil diringkus. Ia dibekuk saat Subuh di wilayah Kudus. Polisi juga mengamankan sebuah sepeda motor yang diduga dibawa kabur dari rumah korban sebagai barang bukti.

Baca Juga:  Polres Bangkalan Berhasil Bekuk Komplotan Spesialis Curanmor, Satu Masih Buron

“Syukur alhamdulillah, dalam kurun waktu kurang dari satu kali dua puluh empat jam, kami dari Polres Boyolali bersama tim Jatanras Ditkrimum Polda Jawa Tengah berhasil mengungkap dan mengamankan terduga pelaku,” ujar Kapolres Boyolali AKBP Indra Maulana Saputra, Jumat (30/1/2026), saat melayat ke rumah duka.

Di tengah kepedihan warga, isu motif kejahatan berembus kencang. Perampokan itu diduga kuat dipicu persoalan utang piutang. Seorang tetangga korban berinisial TYA menyebut terduga pelaku diduga memiliki utang kepada Purwanto dan menyimpan kekesalan yang tak pernah tuntas.

Baca Juga:  Dari Boyolali ke Salatiga: Giring Nidji Gaungkan Harmoni Budaya Nusantara di Merbabu Art Fest

“Korban hafal dengan suaranya,” ucap TYA, mengisyaratkan bahwa pelaku bukan orang asing bagi keluarga.

Kabar duka itu pertama kali diketahui Ngatirin, kakak Daryanti, dari telepon mendadak Purwanto yang tengah merantau di Kalimantan. Nada panik di seberang telepon membuatnya langsung bergegas pulang.

“Tadi kejadiannya setelah salat Asar,” kata Ngatirin, Kamis malam.

“Intinya saya ditelepon suami korban, disuruh ke rumah karena istrinya gawat. Saya langsung ke sini,” lanjutnya.

Sesampainya di rumah, pemandangan memilukan membuatnya terpaku. “Ibunya tergeletak, anaknya di kamar mandi, kepalanya dimasukkan ke ember,” tuturnya dengan suara bergetar.

Baca Juga:  Smart-ZIS Bawa Mustaqim ke Panggung Nasional: Penyuluh Agama Jateng Masuk Nominasi PAI Award 2025 Kategori Pendampingan Hukum

Kepala Dusun IV Desa Pengkol, Sarjono, membenarkan laporan warga tersebut. Ia memastikan korban meninggal satu orang, sementara sang ibu langsung dilarikan ke rumah sakit akibat luka bacok serius.

“Yang meninggal itu satu, anaknya bernama AO. Ibunya, Daryanti, terluka kena pisau atau senjata tajam dan dibawa ke rumah sakit,” ujarnya.

Hingga kini, polisi masih mengurai detail peristiwa serta mendalami dugaan motif utang piutang yang mengarah pada aksi keji itu. Sementara warga Dusun Pengkol berusaha bangkit dari trauma mendalam, tragedi berdarah ini meninggalkan luka panjang sebuah kejahatan brutal yang mematahkan rasa aman di kampung kecil yang sebelumnya damai. (*)