Pesantren Jadi Pilar Akhlak dan Ilmu, Vinanda Prameswati Sampaikan Apresiasi Penuh Makna
Laporan: Ninis Indrawati
KEDIRI | SUARAGLOBAL.COM – Suasana khidmat dan penuh kehangatan menyelimuti Pondok Pesantren Salafiyyah, Senin (3/2/2026). Tahlil Bersama dalam rangka Haflatuttasyakkur Li-Ikhtitamidduruus bukan sekadar agenda keagamaan, tetapi juga momentum penting pengakuan atas peran besar pesantren dalam membangun masa depan Kota Kediri.
Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati hadir langsung dan menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para ustadz dan ustadzah yang selama ini tanpa lelah mendidik generasi muda melalui Pondok Pesantren Salafiyyah dan Madrasah Raudlatul Mubtadi-ien.
Dalam kesempatan tersebut, Vinanda bahkan menerima cinderamata dari Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Kediri, KH. Abu Bakar Abdul Jalil, sebagai simbol sinergi dan penghormatan atas peran pesantren dalam membentuk karakter manusia Kediri.
“Atas nama Pemerintah Kota Kediri, saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang setulus-tulusnya kepada para ustadz dan ustadzah. Dengan kesabaran, keteladanan, dan keikhlasan panjenengan semua mendidik para santri,” ujar Vinanda penuh haru.
Menurutnya, perjuangan para pendidik di pesantren bukanlah kerja biasa, melainkan amal jariyah yang pahalanya terus mengalir.
“Apa yang dilakukan panjenengan semua adalah amal jariyah. Dari tangan panjenengan lahir generasi penerus yang berilmu, berakhlak, dan beriman,” tegasnya.
Pesantren Bukan Sekadar Sekolah Agama
Lebih jauh, Vinanda menegaskan bahwa pesantren memiliki peran strategis dalam pembangunan manusia, bukan hanya dari sisi keilmuan, tetapi juga karakter dan spiritualitas.
Menurutnya, ilmu yang diajarkan di pesantren tidak hanya mencerdaskan akal, tetapi juga membentuk hati, akhlak, dan kepribadian santri. Hal inilah yang menjadi fondasi utama pembangunan masyarakat yang beradab dan berdaya saing.
“Pesantren adalah fondasi pembangunan manusia. Kontribusinya sangat besar dalam meningkatkan indeks pembangunan manusia, terutama pada aspek pendidikan, karakter, dan kehidupan sosial yang religius,” jelasnya.
Melahirkan Generasi Qur’ani dan Berdaya Saing
Vinanda juga menyoroti peran pesantren dalam melahirkan generasi Qur’ani yang tidak hanya pandai membaca dan menghafal Al-Qur’an, tetapi juga mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari.
“Generasi Qur’ani dari pesantren adalah modal penting bagi lahirnya masyarakat yang rukun, beradab, dan memiliki daya saing. Mereka tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki integritas dan kepemimpinan,” tambahnya.
Dihadiri Tokoh Ulama dan Pimpinan Daerah
Acara penuh makna tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya Wakil Wali Kota Kediri Qowimuddin, Pengasuh Ponpes Salafiyyah KH. Ahmad Sholeh Abdul Jalil, Rois Syuriah PCNU Kota Kediri KH. Abdul Hamid, Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Kediri KH. Abu Bakar Abdul Jalil, Camat Mojoroto Abdul Rahman, Ketua TP PKK Kota Kediri Faiqoh Azizah Muhammad Qowimuddin, serta jajaran pengurus pesantren dan tamu undangan lainnya.
Kehadiran para tokoh ini semakin menegaskan bahwa pesantren dan madrasah adalah pilar utama pembangunan manusia Kota Kediri mencetak generasi yang unggul dalam ilmu, kokoh dalam akhlak, dan siap menjadi pelopor kebaikan bagi masyarakat, bangsa, dan daerah. (*)
Vinanda Prameswati: Ustadz-Ustadzah Penjaga Masa Depan Kota Kediri
Dari Pesantren untuk Kediri: Vinanda Tegaskan Peran Strategis Ustadz dan Santri
Pesantren Jadi Pondasi SDM Kediri, Vinanda: Ini Amal Jariyah Para Ustadz
Haflatuttasyakkur di Ponpes Salafiyyah, Vinanda Angkat Peran Besar Pesantren
Wali Kota Kediri Angkat Topi untuk Ustadz-Ustadzah, Pesantren Cetak Generasi Qur’ani
Bukan Sekadar Mengaji, Pesantren Dinilai Kunci Pembangunan Manusia Kediri
Vinanda Prameswati: Pesantren Lahirkan Generasi Berakhlak dan Berdaya Saing
Tahlil Bersama di Ponpes Salafiyyah, Vinanda Tekankan Pesantren Pilar Peradaban


Tinggalkan Balasan