Naik Gunung Sambil Edukasi, Cara Nyentrik Polres Trenggalek Rangkul Generasi Muda

Laporan: Ninis Indrawati

TRENGGALEK | SUARAGLOBAL.COM – Cara unik dan anti-mainstream dilakukan Polres Trenggalek dalam mengkampanyekan Operasi Keselamatan Semeru 2026. Tak melulu turun ke jalan, jajaran Satuan Lalu Lintas Polres Trenggalek justru memilih naik gunung bareng ratusan anak muda lewat kegiatan bertajuk “Muncak Bareng”, Selasa (3/2/2026).

Mengusung konsep santai, edukatif, dan penuh keakraban, Polres Trenggalek mengajak para pecinta alam dan generasi muda untuk mendaki Gunung Wilis via Bendungan, sembari menyisipkan pesan-pesan penting soal keselamatan berlalu lintas.

Tak tanggung-tanggung, tagline yang diusung pun bikin senyum sekaligus penasaran:

“Muncak Bareng Wilis via Bendungan, Edisi Razia Wong Cidro”

dengan caption nyentrik: “Gratis Tilang di Puncak”.

Baca Juga:  Kecelakaan Beruntun di Tol KM 481: Ini Kronologi dan Langkah Cepat Polisi

Alih-alih takut razia, masyarakat justru menyambut kegiatan ini dengan antusias. Terbukti, sedikitnya 350 peserta dari berbagai kalangan tumpah ruah mengikuti pendakian yang dikemas sederhana namun sarat makna tersebut.

Kapolres Trenggalek AKBP Ridwan Maliki melalui Kasatlantas AKP Sony Suhartanto menegaskan bahwa kegiatan ini sengaja dirancang berbeda untuk membuka ruang partisipasi generasi muda dalam mendukung Kamseltibcarlantas melalui aktivitas positif.

“Kami mencoba pendekatan yang berbeda, anti mainstream, dengan melihat potensi remaja dan masyarakat lintas usia. Naik gunung ini kan hobi banyak anak muda, jadi kami masuk lewat situ,” ujar AKP Sony.

Menurutnya, respons masyarakat di luar dugaan. Kegiatan yang awalnya dikemas sederhana justru menjelma menjadi ajang edukasi masif yang efektif dan menyenangkan.

Baca Juga:  Tanggap Bencana Tanpa Tunggu Waktu: Pemkab Sidoarjo Hadir untuk Warganya

“Selama ini polisi sering dianggap kaku. Lewat kegiatan ini, kami ingin membuktikan bahwa Polri khususnya Polantas bisa lebih cair, nyambung, dan sama seperti masyarakat lainnya. Komunikasinya jadi lebih gayeng,” tambahnya.

Sebelum pendakian dimulai, koordinator kegiatan dari Unit Kamsel Satlantas Polres Trenggalek memberikan pembekalan seputar Operasi Keselamatan Semeru 2026, mulai dari tujuan operasi hingga materi keselamatan berkendara di jalan raya.

Tak sekadar satu arah, petugas juga membuka ruang diskusi santai dengan para peserta. Obrolan ringan penuh keakraban ini bahkan terus berlanjut hingga rombongan mencapai Puncak Kahyangan Gunung Wilis di ketinggian 1.529 meter di atas permukaan laut (Mdpl).

Baca Juga:  Cegah Celah Gangguan, Petugas Lapas Pematangsiantar Sisir Branggang demi Ketertiban

Rute pendakian yang ditempuh sepanjang 7 kilometer, dengan total perjalanan pulang-pergi mencapai 14 kilometer, diselesaikan dalam waktu normal sekitar 7 jam.

Melalui kegiatan ini, Polres Trenggalek ingin menanamkan pemahaman bahwa keselamatan adalah prinsip universal—baik di jalan raya maupun di jalur pendakian.

“Mendaki gunung itu butuh kesabaran, kelengkapan, kondisi fisik yang prima, dan disiplin. Sama persis seperti saat berlalu lintas. Semua demi keselamatan,” pungkas AKP Sony.

Dengan pendekatan humanis dan kreatif seperti ini, Operasi Keselamatan Semeru 2026 tak lagi terasa menegangkan, melainkan menjadi gerakan bersama yang fun, membumi, dan penuh makna. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: Content is protected !!