Jalan Berlubang Jadi Momok, Polisi dan Warga Gotong Royong Turun Tangan Tambal Guna Cegah Kecelakaan di Musim Hujan di Sidoarjo
Laporan: Ninis Indrawati
SIDOARJO | SUARAGLOBAL.COM – Jalan berlubang tak lagi sekadar soal kenyamanan, tapi sudah menjadi ancaman nyata bagi keselamatan pengguna jalan. Menyikapi kondisi tersebut, Polresta Sidoarjo Polda Jawa Timur bergerak cepat melakukan penanganan darurat dengan menambal sejumlah ruas jalan berlubang yang dinilai rawan kecelakaan.
Aksi sigap ini dilakukan dalam rangka Operasi Keselamatan Semeru 2026, sebagai bentuk kepedulian polisi terhadap keselamatan berlalu lintas, terutama di titik-titik jalan rusak yang kerap “menjebak” pengendara.
Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Christian Tobing, melalui Kasi Humas AKP Tri Novi Handono, menegaskan bahwa jalan berlubang menjadi salah satu faktor penyebab kecelakaan lalu lintas, terlebih saat musim hujan.
“Ada beberapa ruas jalan berlubang yang sangat berpotensi membahayakan pengguna jalan, apalagi ketika hujan turun dan lubang tertutup genangan air,” ujar AKP Novi, Selasa (…).
Menurutnya, lubang jalan sering kali tak terlihat oleh pengendara, khususnya pada malam hari atau saat hujan deras. Kondisi inilah yang mendorong jajaran Polresta Sidoarjo untuk tidak tinggal diam.
Penambalan jalan berlubang dilakukan secara swadaya dan darurat oleh jajaran Polsek di wilayah masing-masing, begitu menemukan ruas jalan yang rusak dan membahayakan.
“Ada dua wilayah yang kami lakukan penambalan sementara, yakni wilayah Krian yang ditangani Polsek Krian dan wilayah Balongbendo yang ditangani Polsek Balongbendo,” jelas AKP Novi.
Tak sendiri, aksi tambal jalan ini juga melibatkan warga sekitar. Personel Polsek bersama masyarakat bergotong royong menutup lubang jalan menggunakan material penimbun agar permukaan jalan lebih rata dan aman dilalui.
Langkah ini, lanjut AKP Novi, merupakan wujud nyata kepedulian Polri terhadap keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas), sekaligus bentuk pelayanan langsung kepada masyarakat.
“Demi keamanan dan keselamatan pengguna jalan, penambalan sementara ini kami lakukan sebagai bagian dari Operasi Keselamatan Semeru 2026 yang berlangsung selama dua pekan,” pungkasnya.
Polresta Sidoarjo pun mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati saat melintas di jalan raya serta segera melaporkan jika menemukan jalan berlubang yang berpotensi membahayakan pengguna jalan lainnya. (*)


Tinggalkan Balasan