Niat Perbaiki Seng Berujung Tersengat Kabel Tegangan Tinggi, Pekerja Atap Dievakuasi Damkar Salatiga

Laporan: Wahyu Widodo

SALATIGA | SUARAGLOBAL.COM

Suasana siang di kawasan Tingkir Tengah mendadak gempar, yang awalnya mengerjakan perbaikan atap bocor, berubah menjadi insiden mengerikan. Seorang pria asal Kabupaten Semarang harus meregang kesakitan setelah tersengat listrik bertegangan tinggi saat bekerja di lantai dua rumah di kawasan Tingkir Tengah, Salatiga, Minggu (22/2/2026).

Korban diketahui bernama Anif Askhichudin, warga Dusun Krajan RT 18 RW 04, Beji Lor, Kecamatan Suruh. Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 13.07 WIB di Jalan Raya Salatiga–Suruh, wilayah Barukan.

Siang itu, korban tengah memperbaiki atap seng yang bocor. Tanpa disadari, posisinya bekerja sangat dekat dengan kabel listrik bertegangan tinggi yang melintang tak jauh dari atap rumah. Diduga, tubuh korban bersentuhan langsung dengan kabel tersebut.

Baca Juga:  Sindikat Curanmor di Grobogan Terbongkar, Polisi Amankan 15 Motor dan 2 Mobil Curian

Seketika, arus listrik menyambar hebat. Korban langsung terjatuh dan mengalami luka bakar serius hingga sekitar 50 persen di tubuhnya.

Kepala Bidang Damkar Kota Salatiga, Ponco Margono Hasan, mengungkapkan bahwa laporan pertama diterima tidak lama setelah kejadian.

“Korban diduga menyentuh kabel bertegangan tinggi saat memperbaiki atap. Sengatan listrik membuat korban langsung jatuh dan mengalami luka bakar sekitar 50 persen,” jelas Ponco.

Laporan awal kejadian disampaikan oleh Diki Setya Pambudi, warga Plumbon Suruh RT 34 RW 07 Patemon, Kabupaten Semarang, yang segera menghubungi Mako Damkar Salatiga melalui nomor 08883322106.

Baca Juga:  Prabowo Instruksikan Prototipe Listrik Tenaga Surya, Kebijakan Singkong, hingga Giant Sea Wall

Mendapat kabar tersebut, Regu 3 Damkar Kota Salatiga langsung bergerak cepat menuju lokasi menggunakan dua kendaraan operasional bernomor polisi H 8047 XB dan H 8015 XB.

Proses evakuasi berlangsung dramatis. Petugas harus naik ke lantai dua untuk mengevakuasi korban dengan penuh kehati-hatian, mengingat masih adanya potensi bahaya dari jaringan listrik di sekitar lokasi. Area kejadian juga segera diamankan untuk mencegah risiko lanjutan.

Evakuasi baru tuntas sekitar pukul 14.20 WIB. Sejumlah unsur terlibat dalam penanganan, mulai dari PMI Salatiga, Tim RSPAW Salatiga, Redkar Salatiga, kepolisian, hingga warga setempat yang turut membantu.

Baca Juga:  Dari Jogorogo ke Sumber Nogo: Perjalanan Bintara Remaja Menuju Pengabdian

Setelah berhasil diturunkan, korban langsung dilarikan ke rumah sakit guna menjalani perawatan intensif akibat luka bakar yang cukup parah.

Peristiwa ini menjadi peringatan serius bagi masyarakat agar lebih waspada saat melakukan pekerjaan perbaikan bangunan, terutama yang berdekatan dengan jaringan listrik aktif. Aparat mengimbau warga untuk selalu memperhatikan jarak aman dan, bila perlu, berkoordinasi dengan pihak terkait sebelum bekerja di area berisiko tinggi.

Niat sederhana memperbaiki rumah demi kenyamanan keluarga, seketika berubah menjadi tragedi. Keselamatan kerja, sekecil apa pun aktivitasnya, tetap harus menjadi prioritas utama. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: Content is protected !!