MBG Sampang Lebih Adaptif Saat Puasa, Kualitas Gizi Tetap Jadi Prioritas

Laporan: Ninis Indrawati

SAMPANG | SUARAGLOBAL.COM – Suasana Ramadan 1447 Hijriah tak menyurutkan langkah Pemerintah Kabupaten Sampang dalam memastikan kebutuhan gizi masyarakat tetap terpenuhi. Melalui skema yang lebih fleksibel, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kini diatur lebih adaptif tanpa mengurangi kualitas maupun standar keamanan pangan.

Pemkab Sampang bergerak cepat menyesuaikan jadwal distribusi dan pola layanan MBG selama bulan puasa. Penyesuaian ini dilakukan agar program tetap relevan dengan kebutuhan penerima manfaat, seperti sekolah dan pondok pesantren, yang menjalankan aktivitas berbeda selama Ramadan.

Baca Juga:  Tuntas Jalani Vonis Narkotika, WNA India Langsung Dideportasi! Imigrasi Cilacap: Tak Ada Ampun Bagi Pelanggar Hukum

Melalui Satuan Tugas (Satgas) MBG, pemerintah daerah menyusun mekanisme distribusi berdasarkan kesepakatan bersama antara Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan lembaga penerima manfaat. Fleksibilitas waktu menjadi kunci, termasuk opsi pengiriman makanan menjelang waktu berbuka puasa.

Sekretaris Tim Satgas MBG Kabupaten Sampang, Sudarmanto, menegaskan bahwa setiap lembaga memiliki karakteristik dan kebutuhan tersendiri selama Ramadan. Karena itu, pola distribusi tak bisa disamaratakan.

“Kami menyusun jadwal dan menu berdasarkan kesepakatan yang tertuang dalam MoU. Semua sudah dirancang agar tetap sesuai standar gizi dan kebutuhan penerima manfaat selama Ramadan,” ujar Sudarmanto, Selasa (24/2/2026).

Baca Juga:  Gelar Acara Halal Bihalal, Danrem : Saling Memaafkan Antar Anggota Korem 073/Makutarama

Meski sistem dibuat lebih lentur, pengawasan tetap diperketat. Pengelola SPPG diwajibkan menjaga kebersihan dapur, memastikan bahan baku dalam kondisi layak konsumsi, serta memenuhi nilai gizi sesuai standar yang telah ditetapkan pemerintah.

Tak hanya itu, koordinasi juga terus diperkuat. Pemkab Sampang menggandeng kader posyandu dan pihak sekolah untuk memastikan distribusi berjalan lancar dan tepat sasaran. Setiap porsi bantuan tetap dihitung sesuai kontrak kerja sama yang telah disepakati sebelumnya.

Baca Juga:  Wali Kota Robby Apresiasi UKSW sebagai Pilar Toleransi dan Penggerak Ekonomi Salatiga

Langkah adaptif ini bukan sekadar menjaga kualitas gizi, tetapi juga membuka ruang pemberdayaan ekonomi lokal. Pemkab mendorong SPPG melibatkan pelaku UMKM setempat sebagai pemasok bahan baku makanan. Harapannya, roda ekonomi masyarakat tetap bergerak di tengah meningkatnya kebutuhan selama Ramadan.

Dengan strategi yang lebih responsif dan kolaboratif, Pemkab Sampang optimistis Program MBG tetap efektif menopang kebutuhan gizi masyarakat. Di tengah khusyuknya bulan suci, komitmen menjaga kesehatan dan kesejahteraan warga pun terus diperkuat. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: Content is protected !!