Wawali Salatiga Tegaskan Pengawasan dan Kualitas Program MBG
Laporan: Wahyu Widodo
SALATIGA | SUARAGLOBAL.COM – Isu viral soal kualitas menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Salatiga akhirnya dibahas serius di meja rapat. Bertempat di Ruang Kaloka Lantai 4 Gedung Setda Kota Salatiga, Senin (02/03/2026), jajaran pemerintah daerah menggelar Rapat Koordinasi dan Evaluasi Pelaksanaan Program MBG Tahun 2026.
Rapat dipimpin Pj. Sekretaris Daerah Kota Salatiga dan dihadiri Wakil Wali Kota Salatiga sekaligus Ketua Satgas MBG, Nina Agustin, Asisten Sekda, perwakilan Kodim 0714/Salatiga, Polres Salatiga, kepala OPD terkait, perwakilan Kementerian Agama Kota Salatiga, SPPI Kota Salatiga, hingga seluruh Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan mitra se-Kota Salatiga.
Suasana rapat berlangsung serius. Evaluasi menyeluruh dilakukan menyusul beredarnya kabar di media sosial terkait kualitas menu MBG yang menuai perhatian publik.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Salatiga mewakili SD Negeri 5 Dukuh serta mitra SPPG memberikan klarifikasi lengkap beserta kronologi kejadian terkait menu MBG yang sempat viral. Pemerintah memastikan setiap laporan menjadi bahan evaluasi, bukan sekadar respons sesaat.
Wakil Wali Kota Salatiga, Nina Agustin, menegaskan bahwa seluruh Kepala SPPG dan mitra wajib menjaga kualitas menu sesuai petunjuk teknis (juknis) yang telah ditetapkan.
“Dengan adanya kabar yang sudah beredar liar di media sosial yang meresahkan masyarakat, tentunya kami selaku satgas mempunyai kewenangan terhadap informasi yang sebenarnya di lapangan,” tegas Nina.
Ia mengungkapkan hasil evaluasi Badan Gizi Nasional (BGN) per 13 Februari 2026 menunjukkan masih ada 8 dari 18 SPPG di Salatiga yang infrastrukturnya belum sesuai standar.
“Banyak sekali aduan masyarakat yang langsung datang ke saya maupun melalui media sosial mengenai dapur-dapur yang ada di Salatiga ini. SPPG yang sudah mendapatkan komplain akan kami catat untuk saya bawa ke BGN untuk ditindaklanjuti, karena bagi kami prioritas keselamatan anak didik khususnya, itu utama bagi kami,” ujarnya.
Tak hanya itu, Nina juga membuka layanan aduan khusus MBG agar masyarakat bisa melaporkan langsung jika menemukan persoalan di lapangan.
Wawali juga meminta SPPI Kota Salatiga untuk mengumpulkan para Kepala SPPG minimal dua minggu sekali guna melakukan evaluasi berkala. Langkah ini dinilai penting untuk mencegah kesalahan berulang dan memastikan kualitas bahan hingga proses produksi tetap terjaga.
Sejalan dengan itu, SPPI Kota Salatiga Monica Henidar Syarief mengingatkan bahwa quality control berada di tangan Kepala SPPG, meski proses pembelanjaan dilakukan oleh yayasan atau mitra.
“Ini peringatan juga untuk mitra dan yayasan untuk lebih aware memperhatikan kualitas menu mereka. Kami juga berterima kasih atas atensi satgas, ini memberikan kami suatu motivasi untuk optimalisasi berjalannya program MBG,” ungkap Monica.
Pj. Sekretaris Daerah Kota Salatiga, Drs. Muthoin, M.Si., menegaskan bahwa meskipun dana MBG berasal dari pemerintah pusat, pemerintah daerah memiliki kewajiban membentuk satgas pengawasan.
Ia menjelaskan dalam SPPG terdapat lima komponen penting, yakni mitra dan SPPG, masyarakat, penerima manfaat, serta SPPI yang terdiri dari ahli gizi, akuntan, dan kepala SPPG.
“Jika nantinya ada SPPG yang telah dilaporkan maka akan dilaksanakan penandatanganan berita acara untuk perbaikan. Jika kembali terjadi di SPPG yang sama akan ada surat peringatan. Dan jika sudah ada surat peringatan ketiga masih belum ada perbaikan maka SPPG akan ditutup permanen atas usulan dari satgas,” tegasnya.
Langkah tegas ini menjadi sinyal bahwa pemerintah tak ingin program strategis ini tercoreng akibat kelalaian pengelolaan.
Rapat koordinasi ini menjadi momentum pembenahan bersama. Pemerintah Kota Salatiga memastikan keselamatan dan kesehatan anak didik sebagai penerima manfaat tetap menjadi prioritas utama.
Dengan pengawasan yang diperketat, evaluasi rutin, serta layanan aduan terbuka, Satgas MBG berkomitmen menjaga agar Program Makan Bergizi Gratis benar-benar memberikan manfaat optimal bagi generasi muda di Kota Salatiga. (*)



Tinggalkan Balasan