Tarling Parkota 2026 di Polres Salatiga, Ulama Ingatkan 5 Hal Penting dalam Kehidupan

Laporan: Wahyu Widodo

SALATIGA | SUARAGLOBAL.COM – Suasana penuh kekhusyukan menyelimuti Pendopo Widya Qasana Tribarata Polres Salatiga saat ratusan jamaah mengikuti kegiatan Sholat Isya’ berjamaah yang dilanjutkan dengan Sholat Tarawih dalam rangkaian Tarawih Keliling (Tarling) Panitia Amalan Ramadhan (Parkota) 1447 H/2026 M Kota Salatiga, Rabu (4/3/2026).

Kegiatan yang mengusung tema “Ramadhan Memperkokoh Spirit Ibadah, Ukhuwah, dan Toleransi Menuju Salatiga Mendunia” ini berlangsung khidmat dan sarat makna. Tarling kali ini terasa istimewa karena digelar di lingkungan Polres Salatiga dengan dihadiri berbagai unsur pimpinan daerah serta masyarakat.

Sejumlah pejabat penting tampak hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Wali Kota Salatiga Robby Hernawan, jajaran Forkopimda, Danrem, Dandim, Sekretaris Daerah, Wakapolres Salatiga Kompol R. Arsadi KS, Wadanyonif 411, pejabat utama Polres Salatiga, unsur TNI–Polri, ASN, tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, serta anak-anak dari Panti Asuhan Woro Wiloso.

Baca Juga:  Mutasi Empat Kasi Jadi Amunisi Baru Kejaksaan Negeri Cilacap Tingkatkan Profesionalitas

Rangkaian ibadah berlangsung dengan penuh kekhusyukan. Bertindak sebagai imam adalah Ust. Luthfi Chakim, LC, sementara tausiyah disampaikan oleh Mansyur yang memberikan pesan mendalam tentang makna bulan suci Ramadhan.

Dalam sambutannya usai pelaksanaan sholat tarawih, Kapolres Salatiga Ade Papa Rihi menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan Tarling di lingkungan Polres Salatiga. Menurutnya, kegiatan ini menjadi sarana penting untuk mempererat hubungan antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat.

“Ramadhan adalah momentum untuk memperkuat keimanan sekaligus mempererat sinergitas kebersamaan. Melalui kegiatan seperti ini, kita tidak hanya meningkatkan kualitas ibadah, tetapi juga memperkuat ukhuwah dan toleransi yang menjadi ciri khas Kota Salatiga,” ungkap Kapolres.

Baca Juga:  Polres Madiun Gencarkan Program Swasembada Pangan dengan Pemanfaatan Lahan Kosong

Sementara itu dalam tausiyahnya, Prof. Mansyur menekankan bahwa persatuan antara ulama, tentara, dan polisi merupakan kekuatan besar yang patut disyukuri. Ia mengingatkan jamaah bahwa kesempatan menjalankan ibadah di bulan Ramadhan adalah nikmat besar yang tidak semua orang mendapatkannya.

Menurutnya, puasa tidak sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjadi latihan kesabaran, keikhlasan, serta kepedulian terhadap sesama.

“Jika ulama, tentara, dan polisi bisa bersatu, itu merupakan kekuatan yang luar biasa bagi bangsa,” ujarnya di hadapan jamaah.

Dalam ceramahnya, ia juga mengingatkan lima hal penting yang harus dijaga dalam kehidupan agar keharmonisan tetap terpelihara. Di antaranya tidak meremehkan ulama, tidak meremehkan pemerintah, tidak meremehkan tetangga, tidak meremehkan saudara sendiri, serta tidak meremehkan pasangan hidup.

Baca Juga:  Pengacara Terdakwa Perkara Dugaan Politik Uang Pilkada Temanggung Nyatakan Banding Atas Vonis Hakim 3 Tahun Penjara

Pesan tersebut disampaikan sebagai pengingat agar masyarakat tetap menjaga sikap saling menghormati di tengah keberagaman.

Kegiatan Tarling di Polres Salatiga berlangsung aman, tertib, dan penuh kekhusyukan hingga selesai. Momentum ini menjadi bukti nyata kuatnya sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, tokoh agama, dan masyarakat dalam menjaga suasana Ramadhan yang damai dan harmonis di Kota Salatiga.

Melalui kegiatan keagamaan seperti ini, semangat kebersamaan dan toleransi yang selama ini menjadi identitas Kota Salatiga kembali diperkuat, sekaligus menjadi langkah nyata menuju kota yang semakin dikenal luas di tingkat nasional maupun internasional. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: Content is protected !!