Waspada! Daging Berkadar Air Tinggi Muncul di Pasar Tradisional, Pemkot Salatiga Turun Tangan
Laporan: Wahyu Widodo
SALATIGA | SUARAGLOBAL.COM — Menjelang perayaan Idulfitri 1447 H/2026 M, Pemerintah Kota Salatiga mengeluarkan sinyal peringatan bagi masyarakat. Dalam inspeksi mendadak yang digelar sejak dini hari, Selasa (17/3/2026), petugas menemukan indikasi penurunan kualitas daging sapi di sejumlah pasar tradisional.
Pengawasan dimulai sejak pukul 05.00 WIB dengan menyasar dua titik utama, yakni Pasar Blauran dan Pasar Raya I. Operasi ini melibatkan lintas instansi, mulai dari Satpol PP, Dinas Perdagangan, Dinas Pangan dan Pertanian, hingga Dinas Kesehatan.
Hasilnya cukup mencengangkan. Petugas mendapati sejumlah daging sapi memiliki kadar air di kisaran 77 hingga 79 persen—angka yang sudah melampaui standar normal daging layak konsumsi yang berada di rentang 70–75 persen.
Medik veteriner dari Dinas Pangan dan Pertanian, Christina Susilaningsih, mengungkapkan bahwa temuan tersebut belum bisa dikategorikan sebagai daging “glonggongan”, namun sudah berada di ambang batas atas kelayakan.
“Belum masuk kategori glonggongan karena belum mencapai 80 persen, tetapi ini sudah harus diwaspadai,” tegasnya.
Temuan daging berkadar air tinggi ini tidak merata. Sebagian besar ditemukan di lapak pedagang di Pasar Blauran, sementara pedagang lainnya masih menjual daging sapi dan ayam dengan kualitas normal.
Dari hasil penelusuran awal, daging tersebut diduga berasal dari wilayah Ampel. Hal ini mengindikasikan adanya variasi kualitas pasokan yang mulai terlihat seiring meningkatnya permintaan menjelang Lebaran.
Kadar air yang tinggi dalam daging bukan sekadar soal kualitas visual. Kondisi ini dapat menandakan penurunan mutu akibat proses distribusi, penyimpanan, atau perlakuan tertentu sebelum daging dijual.
Bagi konsumen, dampaknya bisa beragam—mulai dari berkurangnya nilai gizi hingga potensi risiko keamanan pangan. Daging dengan kadar air tinggi juga cenderung lebih cepat rusak dan memiliki tekstur yang kurang baik saat diolah.
Tak hanya melakukan pemeriksaan, petugas juga memberikan peringatan langsung kepada pedagang. Mereka diminta lebih selektif dalam memilih pemasok serta menjaga keterbukaan kepada pembeli terkait kualitas barang dagangan.
Selain itu, aspek kebersihan lapak juga menjadi sorotan. Di tengah padatnya aktivitas pasar menjelang Lebaran, masih ditemukan praktik penanganan daging yang kurang higienis.
Monitoring ini merupakan bagian dari langkah preventif Pemerintah Kota Salatiga untuk menekan peredaran pangan yang tidak layak konsumsi, khususnya pada periode rawan menjelang Idulfitri.
Dengan lonjakan permintaan yang signifikan, pengawasan akan terus diperketat guna memastikan masyarakat mendapatkan bahan pangan yang aman, sehat, dan layak konsumsi.
Pesan untuk masyarakat pun jelas: lebih teliti sebelum membeli, perhatikan warna, tekstur, dan kondisi daging karena kualitas pangan adalah kunci kesehatan keluarga saat merayakan hari kemenangan. (*)




Tinggalkan Balasan