Pengabdian Terakhir di Hari Raya, Polisi Lalu Lintas Ini Wafat Usai Amankan Mudik
Laporan: Yopi
JAKARTA | SUARAGLOBAL.COM — Suasana Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah yang seharusnya penuh sukacita berubah menjadi duka mendalam bagi keluarga besar Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya. Seorang anggota terbaiknya, Brigadir Fajar Permana, gugur setelah menjalankan tugas pengamanan arus mudik Lebaran.
Pengabdian tanpa lelah yang ditunjukkan almarhum menjadi kisah haru di balik lancarnya arus mudik tahun ini. Brigadir Fajar diketahui baru saja menyelesaikan tugas panjangnya pada hari pertama Lebaran, yang menguras tenaga dan fisik.
Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Komarudin, mengungkapkan bahwa tanda-tanda kelelahan sudah dirasakan almarhum sejak pagi hari setelah bertugas semalaman.
“Sepulang dinas, almarhum mengeluhkan kelelahan dan sesak napas. Ia bahkan sempat meminta bantuan rekannya untuk dilakukan kerokan di asrama polisi Ciputat,” ujar Komarudin, Minggu (22/3/2026).
Namun, kondisi Brigadir Fajar tidak kunjung membaik. Rasa tidak nyaman terus dirasakan hingga sore hari. Dalam kondisi yang semakin melemah, almarhum akhirnya meminta diantar ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
Perjalanan menuju fasilitas kesehatan menjadi momen kritis. Saat tiba di Instalasi Gawat Darurat RS Helsa Ciputat Timur, kondisi Brigadir Fajar sudah tidak sadarkan diri.
Tim medis langsung memberikan penanganan intensif. Namun takdir berkata lain. Nyawa Brigadir Fajar Permana tidak dapat diselamatkan.
“Ketika tiba di IGD, almarhum sudah tidak sadar. Meski sudah dilakukan tindakan medis, beliau dinyatakan meninggal dunia,” jelas Komarudin dengan nada duka.
Kepergian Brigadir Fajar menjadi pukulan berat, tidak hanya bagi keluarga yang ditinggalkan, tetapi juga bagi institusi Polri yang tengah berjibaku mengamankan arus mudik dan perayaan Lebaran di berbagai titik.
Kapolda Metro Jaya, Asep Edi Suheri, turut menyampaikan belasungkawa mendalam atas wafatnya salah satu anggotanya tersebut. Ia menegaskan bahwa almarhum adalah sosok berdedikasi tinggi yang mengabdikan diri hingga akhir hayat.
“Almarhum gugur dalam tugas. Ini adalah bentuk pengabdian luar biasa kepada masyarakat,” ungkapnya.
Di balik kelancaran arus mudik yang dirasakan masyarakat, tersimpan pengorbanan besar para aparat di lapangan. Brigadir Fajar Permana menjadi salah satu putra terbaik bangsa yang mengorbankan jiwa raganya demi memastikan keamanan dan kenyamanan masyarakat di momen Lebaran.
Kini, duka itu menyelimuti namun juga meninggalkan jejak keteladanan tentang arti pengabdian sejati. (*)



Tinggalkan Balasan