Kemunculan Sanca Kembang di Jalan Raya Ngagel, BPBD Surabaya Imbau Warga Tingkatkan Kewaspadaan
Laporan: Ninis Indrawati
SURABAYA | SUARAGLOBAL.COM — Warga Kota Pahlawan kembali dibuat geger. Seekor ular piton atau sanca kembang sepanjang kurang lebih 4 meter ditemukan di pinggir jalan di kawasan Jalan Raya Ngagel No. 123, Surabaya, Jumat (27/3/2026) pagi.
Penemuan ular berukuran besar ini langsung memicu kepanikan pengguna jalan. Beruntung, respons cepat dari petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surabaya membuat situasi dapat segera dikendalikan.
Kasubid Kedaruratan BPBD Linmas Kota Surabaya, Arif Sunandar, mengungkapkan bahwa ular tersebut pertama kali terlihat oleh seorang pengendara yang melintas di lokasi.
“Ular berada di pinggir jalan dan cukup membahayakan. Setelah mendapat laporan, petugas langsung menuju lokasi dan melakukan evakuasi,” ujarnya.
Laporan awal datang dari M. Yunus, warga yang melintas dan segera menginformasikan kejadian tersebut ke Radio Suara Surabaya. Informasi itu kemudian diteruskan ke Command Center Kota Surabaya untuk ditindaklanjuti secara cepat.
Tak butuh waktu lama, petugas BPBD berhasil mengevakuasi ular tersebut dengan aman. “Ularnya sudah kami kondisikan dan dibawa ke Mako BPBD Kota Surabaya,” tambah Arif.
Sebaran Temuan Ular Meningkat
Fenomena kemunculan ular di wilayah perkotaan ternyata bukan kejadian tunggal. Data BPBD menunjukkan bahwa temuan ular tersebar di berbagai wilayah di Surabaya.
Wilayah Surabaya Timur tercatat sebagai zona dengan temuan terbanyak, yakni mencapai delapan kasus. Disusul Surabaya Selatan dengan tiga kasus, sementara wilayah Surabaya Barat, Surabaya Pusat, dan Surabaya Utara masing-masing mencatat satu kasus.
Pada tingkat kecamatan, Sukolilo menjadi titik paling rawan dengan empat kejadian. Kemudian Wonocolo mencatat dua kasus. Sementara kecamatan lain seperti Krembangan, Rungkut, Tambaksari, Genteng, Dukuh Pakis, Mulyorejo, Tenggilis Mejoyo, dan Semampir masing-masing mencatat satu kejadian.
Data ini menegaskan bahwa kemunculan ular tidak terfokus pada satu kawasan saja, melainkan telah menyebar di berbagai sudut kota.
Warga Diminta Tingkatkan Kewaspadaan
Arif mengimbau masyarakat agar lebih waspada, terutama bagi warga yang tinggal di area dengan potensi habitat ular.
“Perhatikan lingkungan sekitar, terutama semak-semak, saluran air, hingga area permukiman yang berbatasan dengan lahan terbuka. Jika menemukan ular, segera laporkan dan jangan mencoba menangani sendiri,” tegasnya.
Kemunculan ular piton di tengah kota ini menjadi pengingat bahwa interaksi antara manusia dan satwa liar semakin meningkat, terutama di kawasan perkotaan yang terus berkembang. (*)





Tinggalkan Balasan