Bangun Generasi Tangguh, DPRD Jatim Maksimalkan Sekolah Tatap Muka
Laporan: Ninis Indrawati
SURABAYA | SUARAGLOBAL.COM – Angin segar dunia pendidikan kembali berhembus! DPRD Jawa Timur resmi memperkuat dukungan terhadap pelaksanaan sekolah tatap muka sebagai metode utama dalam meningkatkan kualitas pendidikan di wilayahnya.
Tak sekadar mengejar capaian akademik, kebijakan ini ditegaskan sebagai langkah strategis untuk membentuk karakter siswa yang selama ini dinilai kurang optimal saat pembelajaran daring berlangsung.
Anggota Komisi E DPRD Jatim, Rasiyo, menegaskan bahwa kehadiran siswa di ruang kelas memiliki makna lebih dari sekadar belajar materi pelajaran. Menurutnya, interaksi langsung antara siswa, guru, dan lingkungan sekolah menjadi fondasi penting dalam membangun nilai, etika, serta kedisiplinan.
“Tatap muka memberikan kesempatan bagi siswa untuk belajar berinteraksi, memahami norma, dan membangun karakter. Ini menjadi bagian penting dalam proses pendidikan,” tegas Rasiyo.
Ia mengungkapkan, pengalaman selama masa pembelajaran daring memberikan banyak pelajaran berharga. Salah satunya adalah lemahnya perkembangan aspek sosial dan karakter siswa akibat minimnya interaksi langsung.
Tak hanya itu, berbagai kendala teknis seperti keterbatasan akses internet hingga perangkat belajar juga menjadi hambatan serius dalam efektivitas pembelajaran jarak jauh.
Momentum kembalinya sekolah tatap muka ini pun dinilai sebagai peluang emas untuk melakukan pembenahan secara menyeluruh. DPRD Jatim mendorong para tenaga pendidik untuk tidak hanya kembali ke pola lama, tetapi menghadirkan inovasi dalam metode belajar.
Guru diminta lebih kreatif, interaktif, dan mampu menanamkan nilai-nilai karakter dalam setiap proses pembelajaran.
“Sekolah harus mampu menciptakan suasana belajar yang tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga membangun kepribadian siswa yang tangguh dan berintegritas,” lanjutnya.
Meski tatap muka menjadi prioritas, DPRD Jatim tetap membuka ruang bagi pemanfaatan teknologi digital sebagai pelengkap. Sistem daring dinilai tetap relevan untuk mendukung kegiatan seperti penugasan, pengayaan materi, hingga akses sumber belajar yang lebih luas.
Di sisi lain, DPRD juga mengingatkan pentingnya kesiapan sekolah dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman. Tidak hanya dari sisi sarana dan prasarana, tetapi juga memperhatikan kesehatan mental siswa yang sempat terdampak selama masa pandemi.
Sementara itu, Abdul Mu’ti menegaskan bahwa kebijakan penguatan pembelajaran tatap muka ini telah melalui pertimbangan matang, baik dari sisi akademik maupun kebutuhan pembentukan karakter peserta didik.
Dengan kebijakan ini, DPRD Jawa Timur berharap seluruh elemen pendidikan mulai dari pemerintah, sekolah, guru, hingga orang tu dapat bersinergi menciptakan sistem pendidikan yang lebih berkualitas.
Tujuan akhirnya jelas: melahirkan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat dalam karakter dan integritas. (*)




Tinggalkan Balasan