Dari Balik Jeruji ke Ladang Produktif, WBP Lapas Purwodadi Panen Tomat Melimpah

Laporan: Bayu

PURWODADI | SUARAGLOBAL.COM – Program pembinaan kemandirian di Lapas Purwodadi kembali menuai hasil membanggakan. Para Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) berhasil melakukan panen tomat dengan hasil mencapai 100 kilogram, Rabu (08/04/26).

Panen ini dilakukan di Halaman Sarana Asimilasi Edukasi (SAE) yang selama ini dimanfaatkan sebagai lahan produktif bagi para warga binaan. Didampingi petugas, WBP terlihat antusias memetik buah tomat yang telah matang setelah melalui proses budidaya yang tidak instan.

Kepala Lapas Purwodadi, Erik Murdiyanto, menyampaikan bahwa keberhasilan ini merupakan bagian dari implementasi nyata program pembinaan yang dicanangkan pemerintah.

Baca Juga:  Harmoni Mesin dan Alam: PT Kievit Indonesia Buktikan Industri Bisa Ramah Lingkungan dari Salatiga

“Alhamdulillah, Lapas Purwodadi terus berproses dalam menjalankan program Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Hari ini kita berhasil panen tomat, dan juga sedang berkembang peternakan ayam petelur, pertanian cabai, serta melon,” ungkapnya.

Keberhasilan panen ini tidak datang begitu saja. Para WBP terlebih dahulu menjalani tahapan budidaya secara bertahap, dimulai dari penyemaian bibit hingga penanaman.

Selama masa pertumbuhan, mereka secara rutin melakukan perawatan, mulai dari:

Penyiraman tanaman, Pemupukan berkala, Pembersihan gulma, Pengendalian hama.

Dengan ketelatenan dan kedisiplinan, tanaman tomat tumbuh subur hingga akhirnya memasuki masa panen.

Buah tomat yang matang dipetik secara bertahap dengan seleksi kualitas yang ketat, sehingga menghasilkan panen maksimal yang mencapai 100 kilogram.

Baca Juga:  Fatayat NU Jadi Garda Terdepan Pemkab Sidoarjo Tekan Stunting, Target 2025 di Bawah 10 Persen

Tak hanya sekadar hasil pertanian, panen tomat ini juga memberikan manfaat langsung bagi lingkungan lapas. Hasilnya akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan dapur, sehingga mendukung penyediaan bahan pangan segar dan bergizi bagi para warga binaan.

“Hasil panen ini nantinya dimanfaatkan untuk kebutuhan dapur di lingkungan lapas,” tambah Erik.

Lebih dari sekadar kegiatan bercocok tanam, program ini menjadi sarana pembinaan mental dan keterampilan bagi WBP. Mereka tidak hanya belajar bertani, tetapi juga dilatih untuk memiliki rasa tanggung jawab, disiplin, dan kemandirian.

Baca Juga:  Praktisi Pengobatan Tradisional Gus Yazid Ditangkap Kejagung, Diduga Terlibat Pencucian Uang

Program ini diharapkan mampu menjadi bekal penting bagi para warga binaan saat kembali ke masyarakat nanti, sehingga mereka dapat hidup mandiri dan produktif.

Pemanfaatan lahan seperti Halaman SAE menjadi bukti bahwa lapas tidak hanya berfungsi sebagai tempat pembinaan, tetapi juga sebagai ruang produktif yang mampu menghasilkan nilai ekonomi dan sosial.

Dengan terus dikembangkannya program pertanian dan peternakan, Lapas Purwodadi menunjukkan komitmennya dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang lebih mandiri, berdaya guna, dan penuh harapan bagi masa depan para warga binaan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!