Dari Ikrar ke Aksi! Lapas Purwodadi Langsung Gelar Razia Usai Deklarasi, Bebas Narkoba dan HP
Laporan: Bayu S
GROBOGAN | SUARAGLOBAL.COM – Suasana tegas dan penuh komitmen terlihat di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Purwodadi, Kamis (16/04/2026). Seluruh jajaran, mulai dari pejabat hingga pegawai, kompak menyuarakan ikrar perang terhadap narkoba dan penggunaan handphone ilegal di dalam lapas.
Apel yang digelar di Aula Ajisaka ini bukan sekadar kegiatan rutin. Di bawah komando langsung Kepala Lapas Purwodadi, Erik Murdiyanto, seluruh peserta berdiri tegap, menyatukan tekad untuk menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang bersih, aman, dan bebas dari pelanggaran.
Kegiatan tersebut diikuti oleh pejabat struktural, pegawai, CPNS, hingga peserta magang. Sementara itu, Kepala Sub Seksi Keamanan, Hanung, bertindak sebagai komandan apel yang memastikan seluruh rangkaian berjalan tertib dan lancar.
Rangkaian apel berlangsung khidmat. Diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, kemudian dilanjutkan pembacaan ikrar bebas narkoba dan handphone, amanat pembina apel, menyanyikan Mars Kemenimipas, hingga ditutup dengan doa bersama.
Dalam amanatnya, Kalapas Purwodadi menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk komitmen nyata seluruh jajaran dalam menjaga integritas.
“Ini bukan seremonial. Ini komitmen tegas kami. Tidak ada toleransi bagi pelanggaran, baik narkoba maupun penggunaan alat komunikasi ilegal. Semua petugas harus menjaga integritas dan bekerja sesuai aturan,” tegas Erik dengan nada lugas.
Ia juga menekankan bahwa setiap petugas merupakan garda terdepan dalam menciptakan suasana lapas yang aman, tertib, dan kondusif. Menurutnya, keberhasilan menciptakan lingkungan bebas narkoba sangat bergantung pada kedisiplinan dan integritas seluruh personel.
Tak berhenti pada ikrar, kegiatan langsung dilanjutkan dengan razia bersama di dalam lapas. Langkah ini menjadi bukti nyata bahwa komitmen yang diucapkan tidak berhenti di kata-kata, tetapi langsung diwujudkan dalam tindakan konkret.
Razia tersebut sekaligus menjadi bagian dari dukungan terhadap program akselerasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam mewujudkan zona integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) serta Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).
Dengan langkah tegas ini, Lapas Purwodadi ingin memastikan tidak ada celah bagi praktik-praktik pelanggaran yang dapat merusak sistem pemasyarakatan. (*)



Tinggalkan Balasan