Wali Kota Salatiga Kawal Pembangunan Exit Tol Pattimura, Tekankan Transparansi dan Kepentingan Rakyat
Laporan: Wahyu Widodo
SALATIGA | SUARAGLOBAL.COM — Komitmen Pemerintah Kota Salatiga dalam mendorong konektivitas wilayah kembali ditegaskan. Wali Kota Robby Hernawan turun langsung meninjau sekaligus menyosialisasikan rencana pembangunan Exit Tol Pattimura, Sabtu (18/04/2026). Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa proyek strategis tersebut dikawal serius agar berjalan transparan, berkelanjutan, dan berpihak pada masyarakat.
Kegiatan ini dihadiri sejumlah tokoh penting, mulai dari Anggota Komisi V DPR RI Fadholi, Bupati Semarang Ngesti Nugraha, hingga perwakilan pemerintah pusat melalui Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR serta jajaran teknis lainnya. Hadir pula unsur masyarakat seperti lurah, ketua RT, dan RW yang menjadi garda terdepan dalam penyampaian informasi ke warga.
Dalam kesempatan tersebut, Fadholi menegaskan bahwa pembangunan Exit Tol Pattimura bukanlah proses instan. Ia menyebut proyek ini merupakan hasil sinergi panjang lintas sektor.
“Alhamdulillah, di tengah efisiensi yang ada, pembangunan exit tol ini tetap berjalan. Ini merupakan hasil kerja keras semua pihak. Kehadiran para lurah, ketua RT, dan RW dalam sosialisasi ini penting agar masyarakat mengetahui rencana pembangunan. Dengan adanya exit tol, tentu akan ada pelebaran jalan dan berbagai penyesuaian lainnya,” ujarnya.
Senada, Kepala Dinas PUPR Provinsi Jawa Tengah Henggar Budi Anggoro yang mewakili Gubernur Jawa Tengah menekankan bahwa proyek ini memiliki nilai strategis tinggi dalam membuka konektivitas antarwilayah.
“Pembangunan ini telah diinisiasi sejak lama, bahkan sejak tahun 2015 melalui usulan Pemerintah Kota Salatiga. Hal ini menunjukkan bahwa pembangunan exit tol merupakan aspirasi jangka panjang masyarakat yang perlu diwujudkan bersama,” ungkapnya.
Di sisi lain, Wali Kota Robby Hernawan menyoroti pentingnya keterbukaan informasi kepada publik. Menurutnya, sosialisasi bukan sekadar formalitas, tetapi bagian penting dalam membangun kepercayaan masyarakat.
“Sosialisasi ini menjadi momentum untuk memastikan masyarakat memahami dan terlibat dalam proses pembangunan. Setiap pembangunan tentu membawa konsekuensi, sehingga kami berkomitmen agar proses ini berjalan dengan memperhatikan aspek tata ruang, kelestarian lingkungan, serta kepentingan masyarakat,” tegasnya.
Dukungan juga datang dari Pemerintah Kabupaten Semarang. Bupati Ngesti Nugraha menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terbangun, sekaligus menegaskan kesiapan wilayahnya dalam menyukseskan proyek tersebut.
“Kami akan segera melakukan penyesuaian yang diperlukan untuk mendukung pembangunan ini. Selain itu, kami juga mengusulkan pembangunan exit tol di wilayah Bergas agar Kabupaten Semarang dan Kota Salatiga dapat berkembang secara bersama dan saling menguatkan,” jelasnya.
Diketahui, Exit Tol Pattimura direncanakan bermuara di Desa Pabelan, Kabupaten Semarang. Kehadirannya diyakini akan menjadi motor penggerak baru bagi pertumbuhan ekonomi kawasan, membuka akses distribusi yang lebih cepat, serta meningkatkan daya saing daerah.
Dengan pengawalan langsung dari berbagai pihak, pembangunan Exit Tol Pattimura diharapkan tidak hanya berjalan lancar, tetapi juga benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat—mulai dari kemudahan akses hingga terbukanya peluang ekonomi baru di Kota Salatiga dan sekitarnya. (*)



Tinggalkan Balasan