Kloter Pertama Masuk Asrama Embarkasi Donohudan, dengan Layanan Terpadu dan Fasilitas Ramah Lansia
BOYOLALI | SUARAGLOBAL.COM – Suasana haru dan penuh kekhidmatan menyelimuti kedatangan calon jemaah haji kelompok terbang (kloter) pertama di Asrama Haji Donohudan, Boyolali, Jawa Tengah, Selasa, 21 April 2026 pagi. Langkah awal menuju perjalanan suci ke Tanah Suci pun resmi dimulai.
Sebanyak 360 jemaah asal Kabupaten Tegal menjadi rombongan perdana yang menginjakkan kaki di Gedung Jeddah. Rinciannya, 353 jemaah dan tujuh petugas kloter yang akan mendampingi perjalanan ibadah mereka. Dari wajah-wajah yang hadir, terpancar harapan besar untuk menunaikan rukun Islam kelima dengan penuh keikhlasan.
Namun di balik semangat itu, terdapat perhatian khusus yang tak bisa diabaikan. Data panitia menunjukkan hampir 100 jemaah termasuk kategori lanjut usia (lansia). Bahkan sekitar 30 orang di antaranya harus menggunakan alat bantu jalan hingga kursi roda. Kondisi ini menjadi perhatian serius bagi petugas.
Ketua Kloter 1 SOC, Rony Sulchan, menegaskan bahwa jemaah lansia mendapatkan prioritas pelayanan. Pendampingan intensif dilakukan agar mereka tetap dapat menjalankan rangkaian ibadah haji dengan aman dan nyaman.
“Jemaah lansia menjadi perhatian utama kami. Kami pastikan mereka mendapatkan layanan terbaik agar tetap khusyuk dalam beribadah,” ujarnya.
Dalam proses penerimaan jemaah, Embarkasi Solo menerapkan sistem One Stop Service (OSS) atau layanan satu pintu. Sistem ini dirancang untuk mempermudah sekaligus mempercepat seluruh tahapan administrasi dan kesehatan.
Setibanya di lokasi, jemaah langsung diarahkan menuju Gedung Jeddah untuk menjalani pemeriksaan kesehatan tahap akhir. Bagi yang dinyatakan sehat dan layak terbang, proses selanjutnya berjalan cepat dan terintegrasi.
Di tempat yang sama, jemaah langsung menerima paspor, dokumen penerbangan, gelang identitas, paket obat-obatan, hingga uang saku (living cost) sebesar 750 riyal atau setara sekitar Rp3,03 juta. Semua layanan diberikan dalam satu alur tanpa harus berpindah-pindah lokasi.
Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Solo, Fitriyanto, menjelaskan bahwa sistem ini bertujuan memangkas alur birokrasi yang panjang dan melelahkan.
“Dengan One Stop Service, jemaah tidak perlu melalui banyak tahapan yang terpisah. Ini membuat mereka memiliki waktu istirahat lebih cukup sebelum penerbangan,” jelasnya.
Tak hanya itu, fasilitas ramah lansia dan difabel juga disiapkan secara maksimal. Tim khusus disiagakan untuk mendampingi jemaah dengan kebutuhan khusus, mulai dari mobilitas hingga pelayanan kesehatan.
Kehadiran berbagai fasilitas ini menjadi bukti keseriusan pemerintah dalam memberikan pelayanan terbaik bagi para tamu Allah. Harapannya, seluruh jemaah dapat menjalani ibadah haji dengan penuh ketenangan, kesehatan, dan kelancaran hingga kembali ke tanah air sebagai haji yang mabrur. (Ylto)



Tinggalkan Balasan