Pangkas Biaya Produksi hingga 30 Persen, Martono Fokuskan Bantuan Mesin Pasca Panen

Laporan: Widya H

KARANGANYAR | SUARAGLOBAL.COM — Upaya meningkatkan daya saing petani jagung di tengah tantangan modernisasi pertanian terus digenjot. Anggota Komisi B DPRD Provinsi Jawa Tengah, Martono, menegaskan pentingnya percepatan mekanisasi sebagai solusi konkret menghadapi lonjakan biaya tenaga kerja dan tingginya angka kehilangan hasil panen.

Pernyataan itu disampaikan Martono saat menjadi narasumber dalam Pertemuan Teknis Tanaman Pangan yang digelar di Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Karanganyar, Senin (20/4/2026). Di hadapan para petani dan penyuluh, ia menekankan bahwa sektor pertanian tidak bisa lagi bertahan dengan pola konvensional.

Menurutnya, penggunaan alat dan mesin pertanian (alsintan) terbukti mampu menekan biaya produksi secara signifikan, bahkan mencapai hingga 30 persen per hektare. Kondisi di lapangan saat ini, kata dia, menunjukkan semakin mahalnya upah buruh tani dan semakin terbatasnya tenaga kerja di sektor pertanian.

Baca Juga:  Polda Jawa Tengah Periksa Kesiapan Pos Ketupat Candi 2024 di Boyolali

“Situasi ini tidak bisa dihindari. Mekanisasi bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan mendesak untuk menjaga efisiensi dan meningkatkan kesejahteraan petani,” tegas Martono.

Sorotan utama dalam pertemuan tersebut mengarah pada tingginya angka kehilangan hasil (losses) saat proses pasca panen yang masih dilakukan secara manual. Martono menilai, perbaikan di sektor ini menjadi kunci untuk meningkatkan nilai jual jagung petani.

Ia pun memprioritaskan bantuan mesin pemipil (sheller) dan mesin pengering (dryer) sebagai solusi strategis. Selama ini, kualitas jagung kerap terkendala proses pengeringan yang masih bergantung pada cuaca.

“Dengan dryer, kadar air jagung bisa dikontrol sesuai standar pasar. Ini akan berdampak langsung pada stabilitas harga dan peningkatan nilai jual di tingkat petani,” jelasnya.

Dalam materi bertajuk “Dukungan Mekanisasi Jagung di Jawa Tengah 2025”, disebutkan bahwa Kabupaten Karanganyar menjadi salah satu daerah prioritas program bantuan alsintan, bersama Rembang, Blora, dan Cilacap. Bantuan tersebut mencakup berbagai tahapan produksi, mulai dari pra-tanam hingga panen.

Baca Juga:  Dorong Regulasi Ramah Perempuan, Bipeka PKS Jatim Jalin Sinergi Strategis dengan Fraksi

Untuk tahap awal, petani akan mendapatkan dukungan traktor roda dua dan roda empat. Sementara pada tahap panen, pemerintah juga menyiapkan mesin modern seperti combine harvester guna mempercepat proses sekaligus menekan kehilangan hasil.

Tak hanya soal distribusi alat, Martono juga menyoroti pentingnya pengelolaan alsintan yang profesional melalui Unit Pengelolaan Jasa Alsintan (UPJA). Ia mengingatkan agar bantuan pemerintah tidak berakhir sia-sia akibat minimnya perawatan atau keterbatasan operator.

“Kita dorong UPJA agar lebih kuat. Harus ada sistem pengelolaan yang baik, termasuk skema penyewaan yang terjangkau bagi petani. Ini penting untuk menutup biaya operasional dan memastikan alat tetap produktif,” ujarnya.

Baca Juga:  Miris! Karyawan Pabrik di Wilayah Argomulyo Mengeluh, Makanan Katering Yang Disajikan Terdapat Belatung dan Kecoa, LMPI Salatiga: Kami prihatin

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Karanganyar menyambut positif dukungan dari legislatif. Ia menyebut bahwa program bantuan alsintan saat ini juga telah terintegrasi dengan akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) pertanian.

Dengan integrasi tersebut, petani diharapkan lebih mudah dalam memperoleh sarana produksi sekaligus meningkatkan kapasitas usaha mereka secara berkelanjutan.

Melalui langkah mekanisasi yang terencana dan terintegrasi, produktivitas jagung di Karanganyar diharapkan tidak hanya meningkat dari sisi kuantitas, tetapi juga kualitas. Hal ini menjadi penting agar hasil produksi mampu memenuhi standar industri pengolahan pangan dan pakan ternak skala nasional.

Dorongan mekanisasi ini pun menjadi sinyal kuat bahwa transformasi pertanian menuju sistem modern semakin tak terelakkan dan Karanganyar kini berada di barisan depan perubahan tersebut. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!