Simulasi SISPAMKOTA Digelar, Salatiga Matangkan Antisipasi Gangguan Keamanan
Laporan: Wahyu Widodo
SALATIGA | SUARAGLOBAL.COM – Suasana di depan Kantor Pemerintah Kota Salatiga, Kamis (23/4/2026), mendadak berubah tegang. Puluhan personel gabungan tampak siaga, kendaraan taktis bersiaga, dan suara komando menggema. Namun, semua itu bukan kejadian nyata—melainkan bagian dari Simulasi Sistem Pengamanan Kota (SISPAMKOTA) yang digelar sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).
Simulasi yang berlangsung di Jl. Letjen Sukowati No.51 ini menjadi panggung kolaborasi antara Polres Salatiga, Kodim 0714/Salatiga, serta Pemerintah Kota Salatiga. Kegiatan ini tidak sekadar latihan biasa, melainkan representasi nyata dari sinergi lintas sektor dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah.
Dalam skenario yang diperagakan, berbagai potensi gangguan Kamtibmas disimulasikan secara realistis. Mulai dari aksi unjuk rasa yang memanas, hingga potensi konflik sosial yang berujung pada situasi kontingensi. Personel di lapangan dituntut sigap, terukur, dan terkoordinasi dalam mengambil tindakan.
Kehadiran sejumlah pimpinan daerah turut memperkuat makna penting kegiatan ini. Dandim 0714/Salatiga Letkol Kav Fajar Hapsari Nugroho, S.I.P., M.M., Kapolres Salatiga AKBP Ade Papa Rihi, S.H., S.I.K., M.H., serta Wali Kota Salatiga dr. Robby Hernawan, Sp.OG., tampak memantau langsung jalannya simulasi.
Kapolres Salatiga menegaskan bahwa SISPAMKOTA merupakan langkah strategis dalam memastikan kesiapan aparat.
“Simulasi ini menjadi sarana untuk menguji prosedur tetap, koordinasi lintas sektor, serta respons cepat personel di lapangan,” ujarnya dengan tegas.
Sementara itu, Dandim 0714/Salatiga menyoroti pentingnya soliditas antarinstansi. Menurutnya, latihan seperti ini bukan hanya meningkatkan profesionalisme prajurit dan anggota, tetapi juga memperkuat fondasi kerja sama TNI-Polri dalam menghadapi berbagai dinamika keamanan di masyarakat.
Di sisi lain, Wali Kota Salatiga memberikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai, simulasi ini menjadi bukti nyata komitmen seluruh elemen dalam menjaga kondusivitas kota.
“Kami berharap melalui kegiatan ini, seluruh unsur semakin siap dalam menjaga keamanan, sehingga masyarakat dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman,” ungkapnya.
SISPAMKOTA bukan sekadar latihan, melainkan alarm kesiapsiagaan. Di tengah dinamika sosial yang terus berkembang, kesiapan aparat menjadi kunci utama dalam mencegah eskalasi konflik yang lebih besar.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan seluruh unsur terkait mampu meningkatkan respons cepat dan ketangguhan dalam menghadapi berbagai potensi gangguan Kamtibmas. Tujuannya jelas: menciptakan Kota Salatiga yang tetap aman, tertib, dan kondusif bagi seluruh warganya. (*)




Tinggalkan Balasan