Lima Orang Diduga Debt Collector Masuk di Lingkungan Kampus, Kelima Orang Sempat Diamankan Satpam UKSW

Laporan: Wahyu Widodo

SALATIGA | SUARAGLOBAL.COM – Suasana ramai di lingkungan Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) mendadak diwarnai ketegangan. Lima orang yang diduga sebagai debt collector (DC) diamankan petugas keamanan kampus setelah gerak-geriknya mencurigakan, Kamis (23/4/2026).

Peristiwa ini terjadi di tengah padatnya aktivitas kampus, yang saat itu dipenuhi pengunjung. Dugaan bermula ketika seorang petugas keamanan memergoki orang tak dikenal tengah memotret sebuah kendaraan di area parkir kampus.

Petugas keamanan UKSW, Wahyu, mengungkapkan bahwa kejadian tersebut berlangsung sekitar pukul 09.30 hingga 10.00 WIB.

“Kronologinya sekitar pukul 09.30 hingga 10.00 WIB. Ada petugas melihat seseorang memfoto salah satu unit mobil, Honda Jazz dengan pelat yang terpasang tahun 2024,” ujar Wahyu saat dikonfirmasi harian7.com.

Baca Juga:  Perkuat Sistem Pengamanan, Rutan Salatiga Lakukan Perawatan dan Pergantian Gembok Secara Berkala di Seluruh Hunian Blok 

Kecurigaan pun menguat saat petugas mencoba mengonfirmasi identitas dan tujuan keberadaan orang tersebut. Jawaban yang diberikan dinilai tidak konsisten, sehingga memicu langkah pengamanan lebih lanjut.

“ Kami tanya, apakah yang bersangkutan pengunjung atau pekerja. Satu menjawab bekerja, satu lagi mengaku pengunjung. Namun, kami menduga mereka deb collector,” katanya.

Tak ingin mengambil risiko, petugas keamanan langsung membawa lima orang tersebut ke kantor keamanan kampus untuk dimintai keterangan. Namun, hasil pemeriksaan tidak menunjukkan kejelasan identitas maupun legalitas keberadaan mereka.

“Mereka mengaku dari pihak eksternal, tetapi tidak menyebutkan perusahaan dan tidak membawa surat,” kata Wahyu.

Keberadaan pihak yang diduga debt collector di lingkungan kampus dinilai berpotensi mengganggu ketertiban dan kenyamanan. Terlebih, situasi saat itu sedang ramai oleh aktivitas pengunjung.

Baca Juga:  Siaga Bencana: Polres Semarang Gelar Apel Siaga Bencana, Bersinergi Hadapi Musim Penghujan

“Karena ini banyak pengunjung, dikhawatirkan menimbulkan kegaduhan dan berdampak pada citra kampus,” ujarnya.

Wahyu juga mengungkapkan bahwa kejadian serupa bukan pertama kali terjadi. Oleh karena itu, pihak kampus mengambil sikap tegas dengan melarang segala bentuk aktivitas penagihan di dalam area kampus.

Sementara itu, Kapolsek Sidorejo AKP Sarwoko menegaskan bahwa pihak kepolisian tidak melakukan penahanan terhadap kelima orang tersebut karena belum ditemukan unsur pelanggaran hukum.

“Tidak diamankan. Baru sebatas dugaan sebagai debt collector. Saat ditanya kapasitas dan tujuannya, mereka tidak memberikan jawaban jelas,” ujarnya saat dihubungi suaraglobal.com.

Baca Juga:  Kasdam V/Brawijaya Tinjau Pembangunan Rutilahu TMMD di Sampang

Ia memastikan tidak ada tindakan penarikan kendaraan dalam kejadian tersebut. Polisi hanya memberikan imbauan agar pihak yang tidak memiliki kepentingan tidak berada di area kampus, terutama saat kegiatan penting berlangsung.

“Jika tidak memiliki kepentingan, apalagi terkait kegiatan wisuda, sebaiknya tidak berada di area kampus. Tidak ada penarikan kendaraan, mereka baru masuk saja,” katanya.

Setelah diberikan pembinaan, kelima orang tersebut akhirnya diminta meninggalkan area kampus. Penanganan selanjutnya diserahkan kepada pihak kampus.

Kapolsek menambahkan, status kelima orang tersebut masih sebatas dugaan dan belum dapat dipastikan sebagai debt collector.

“Masih dugaan. Bisa saja pihak lain, tetapi karena tidak memiliki kepentingan di lokasi, akhirnya diminta keluar,” ujarnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!