Cemburu Berujung Maut, Satreskrim Polres Tanjungperak Berhasil Ungkap Pembunuhan di Wonokusumo

Laporan: Ninis Indrawati

SURABAYA | SUARAGLOBAL.COM – Aksi pembunuhan sadis yang dilatarbelakangi cemburu berujung maut berhasil diungkap Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjungperak. Seorang pria berinisial Hk (44) ditangkap usai diduga kuat menghabisi nyawa korban H (37) di kawasan Jalan Wonokusumo Jaya Baru, Surabaya.

Pelaku yang diketahui tinggal di Jalan Bulak Banteng Bhineka, Surabaya itu nekat membacok korban setelah menemukan foto korban bersama istrinya di beranda handphone (HP). Perasaan cemburu yang memuncak diduga menjadi pemicu utama aksi brutal tersebut.

Dalam menjalankan aksinya, tersangka Hk tidak sendirian. Ia mengajak tiga rekannya berinisial SR, I, dan S yang merupakan warga Sampang, Madura. Hingga kini, ketiganya masih buron dan berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO).

Kasatreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak AKP M Prasetyo melalui Kasi Humas Iptu Suroto mengungkapkan, awal mula kejadian bermula saat tersangka pulang kerja pada Jumat (24/4) malam.

Baca Juga:  Peringatan HBP ke-62! Lapas Purwodadi Perkuat Keamanan Lewat Razia Terpadu dan Tes Urine, Pastikan Zero Narkoba dan Barang Terlarang

“Tersangka yang baru pulang kerja melihat HP istrinya. Saat membuka layar HP ternyata ada foto istrinya dengan seorang pria,” kata Iptu Suroto, Minggu (3/5/26).

Mengetahui hal tersebut, tersangka langsung diliputi emosi dan mulai mencari tahu identitas pria dalam foto tersebut. Upayanya membuahkan hasil, hingga akhirnya ia mengetahui bahwa pria tersebut adalah korban H (37), warga Omben, Sampang, Madura.

Keesokan harinya, saat pulang kerja, tersangka secara tidak sengaja berpapasan dengan korban yang sedang berboncengan dengan temannya. Kesempatan itu dimanfaatkan tersangka untuk membuntuti korban hingga ke tempat tinggalnya di Jalan Wonokusumo Jaya, Surabaya.

Baca Juga:  Dibekuk di Malam Pekat: Tiga Begal Sadis Pasuruan Terancam 12 Tahun Penjara

“Tersangka sakit hati saat itu. Ia kemudian keluar pada malam harinya ke sekitar lokasi mencari informasi lagi. Saat itu, tersangka sudah membawa senjata tajam (sajam),” jelasnya.

Puncak aksi terjadi pada Rabu (2/5), ketika tersangka datang ke lokasi bersama tiga rekannya dengan mengendarai dua sepeda motor. Mereka sebelumnya berkumpul di Jalan Kedungmangu, Surabaya.

“Tersangka juga menyuruh S temannya untuk membawa sajam untuk jaga-jaga jika korban melawan,” katanya.

Tak hanya itu, tersangka sendiri telah mempersiapkan senjata tajam jenis celurit yang diselipkan di bagian belakang pinggang sebelah kiri. Ia kemudian menunggu korban di Jalan Wonokusumo Jaya Pinggir.

Ketika korban muncul, tersangka langsung melancarkan serangan tanpa ampun.

“Tersangka kemudian melihat korban. Ia menyabetkan celurit secara membabi buta ke arah korban. Ini membuat korban mengalami luka parah dan meninggal dunia,” jelasnya.

Baca Juga:  Bupati Sidoarjo Sidak GOR Delta: Pastikan Fasilitas Siap Sambut Kunjungan Presiden

Mendapat laporan kejadian tersebut, Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjungperak bergerak cepat melakukan penyelidikan. Petugas berhasil mengidentifikasi pelaku melalui rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian.

Sempat melarikan diri ke wilayah Sampang bersama tiga rekannya, tersangka akhirnya berhasil diringkus di tempat persembunyiannya.

“Tersangka berhasil kami tangkap di tempat persembunyiannya di Jalan Kalimas, Surabaya, dan kami amankan di sana beserta celurit yang digunakan untuk menganiaya korban,” pungkasnya.

Sementara itu, polisi masih terus memburu tiga pelaku lain yang hingga kini masih buron. Kasus ini pun menjadi pengingat keras bahwa emosi yang tak terkendali dapat berujung pada tindakan kriminal fatal. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!