Dandim Salatiga Inisiasi Lomba Jurnalistik Jembatan Garuda, Suarakan Aspirasi Warga Pelosok

Laporan: Wahyu Widodo

SALATIGA | SUARAGLOBAL.COM — Pembangunan infrastruktur di wilayah pinggiran tak lagi sekadar soal beton dan baja. Di balik berdirinya Jembatan Garuda dan program air bersih, tersimpan cerita-cerita menyentuh dari masyarakat desa yang selama ini jarang tersorot. Momentum inilah yang kini diangkat melalui Lomba Karya Jurnalistik yang diinisiasi jajaran TNI.

Komandan Kodim (Dandim) 0714/Salatiga, Letkol Kav Fajar Hapsari Nugroho, menegaskan bahwa lomba ini bukan sekadar kompetisi, melainkan wadah untuk menyuarakan realitas masyarakat di pelosok, khususnya di wilayah seperti Siwal, Susukan, dan Tuntang.

“Di masyarakat desa masih ditemui banyak kendala, seperti akses jalan dan hambatan untuk bersekolah. Dengan wadah ini, hasil karya rekan-rekan bisa menjadi corong positif bahwa pemerintah sudah berbuat,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (5/5/2026).

Baca Juga:  Menapak Jejak Pemimpin: Harjasda ke-167 Gelar Ziarah Makam Bupati Sidoarjo

Menurutnya, pembangunan infrastruktur yang dilakukan pemerintah pusat melalui berbagai program TNI AD harus dapat diterjemahkan dalam narasi yang kuat dan menyentuh. Ia berharap karya jurnalistik yang dihasilkan mampu menggugah emosi publik sekaligus memperlihatkan dampak nyata pembangunan.

“Muara dari semua ini adalah rasa terima kasih kepada Presiden atas kebijakan dan program tersebut,” tegasnya.

Bahkan, Fajar mengaku secara pribadi pernah merasakan kedalaman emosi saat menyaksikan tayangan terkait pembangunan yang dipresentasikan oleh Presiden.

“Saya sampai menitikkan air mata karena sangat menyentuh. Harapannya, karya yang dibuat juga bisa menghadirkan rasa itu kepada masyarakat luas,” tambahnya.

Lomba ini pun dinilai menjadi jembatan komunikasi yang efektif antara pembangunan dan masyarakat luas. Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Salatiga, H. Surya Yuli P, menyambut baik kegiatan tersebut karena memberikan dampak langsung, tidak hanya dari sisi informasi tetapi juga ekonomi.

Baca Juga:  Aksi Sigap Warga Bubutan Gagalkan Curanmor di Gang Padat, Satu Pelaku Diringkus

“Program ini menyasar masyarakat dan bisa mendongkrak perekonomian. Akses jembatan adalah sarana penting,” ujarnya.

Sebelumnya, rapat koordinasi (rakor) lomba telah digelar secara daring dan dipimpin oleh jajaran Dinas Penerangan Angkatan Darat (Dispenad). Lomba ini terbuka bagi prajurit TNI, insan pers, hingga masyarakat umum, sebagai bentuk kolaborasi dalam menyuarakan pembangunan nasional.

Pelaksanaan lomba berlangsung pada 1 hingga 14 Mei 2026 untuk tahap produksi video di masing-masing wilayah. Sementara itu, batas akhir pengumpulan karya ditetapkan pada 15 Mei 2026.

Tema yang diangkat cukup beragam, mulai dari ucapan terima kasih masyarakat kepada Presiden Prabowo Subianto, proses pembangunan Jembatan Garuda, hingga dampak program air bersih bagi kehidupan warga. Seluruh karya juga diwajibkan dipublikasikan melalui platform digital seperti YouTube, TikTok, Instagram, dan X.

Baca Juga:  Awali 2026, Polres Jember Kokohkan Integritas Lewat Penandatanganan Pakta Bersama

Penilaian lomba akan mencakup berbagai aspek, mulai dari kreativitas konten, kekuatan visual, hingga tingkat interaksi publik seperti jumlah tayangan, komentar, dan jumlah dibagikan.

Tak tanggung-tanggung, panitia menyediakan total hadiah puluhan juta rupiah di setiap kategori. Juara pertama akan mendapatkan Rp30 juta, juara kedua Rp20 juta, dan juara ketiga Rp10 juta.

Melalui ajang ini, cerita-cerita dari pelosok diharapkan tidak lagi tersembunyi. Sebaliknya, kisah tersebut akan menjadi narasi kuat yang menggambarkan bagaimana pembangunan benar-benar hadir dan membawa perubahan nyata bagi masyarakat. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!