UIN Salatiga Jalin Kerja Sama Pendidikan dengan Kedubes India, Fokus pada Beasiswa dan Pertukaran Budaya
Laporan: Wahyu Widodo
SALATIGA | SUARAGLOBAL.COM – Suasana berbeda terasa di kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga, Selasa (5/5/26). Nuansa internasional begitu kental saat sivitas akademika menyambut kunjungan kehormatan dari Jawaharlal Nehru Indian Culture Center (JNICC) Kedutaan Besar India. Tak sekadar seremonial, momen ini menjadi pintu emas menuju peluang beasiswa global hingga perjumpaan budaya yang sarat makna.
Kunjungan ini disambut langsung oleh Rektor UIN Salatiga, Prof. Zakiyuddin Baidhawy, beserta jajaran pimpinan kampus. Dalam atmosfer penuh kehangatan, pertemuan tersebut menjelma menjadi forum strategis untuk memperluas jejaring pendidikan internasional.
“Terima kasih kepada Kedutaan Besar India yang telah hadir. Ini membuka cakrawala baru bagi sivitas akademika untuk melanjutkan pendidikan di India,” ujar Prof. Zakiyuddin dengan penuh optimisme.
Ia menegaskan bahwa India bukan sekadar alternatif, tetapi destinasi studi yang kompetitif dengan tradisi keilmuan yang kuat dan beragam. Menurutnya, kolaborasi ini menjadi langkah konkret UIN Salatiga dalam memperkuat internasionalisasi kampus.
Tak hanya itu, Prof. Zakiyuddin juga menyoroti pentingnya keterbukaan budaya sebagai identitas kampus dan kota. Ia menyebut, semangat inklusivitas ini sejalan dengan predikat Salatiga sebagai salah satu kota paling toleran di Indonesia.
“Kami sangat terbuka terhadap budaya luar. Interaksi seperti ini akan memperkaya perspektif mahasiswa dan memperkuat karakter kampus yang inklusif,” imbuhnya.
Sementara itu, Direktur JNICC Kedubes India, Mr. Kamal Khurana, tampil memukau dengan paparan beragam program beasiswa yang ditawarkan pemerintah India. Mulai dari jenjang sarjana hingga doktoral, peluang ini langsung menyedot perhatian mahasiswa yang hadir.
Antusiasme semakin terasa ketika sesi tanya jawab dibuka. Banyak mahasiswa menggali informasi terkait persyaratan, bidang studi unggulan, hingga kehidupan kampus di India.
Tak berhenti di ranah akademik, kegiatan ini juga menghadirkan sentuhan kesehatan dan spiritual melalui agenda bertajuk “Curtain Raiser 100 Days Countdown International Day of Yoga 2026.” Dipandu oleh Dr. Sunil Karamchandani, peserta diajak mempraktikkan teknik yoga yang berfokus pada keseimbangan tubuh dan pikiran.
Gerakan demi gerakan yoga yang dilakukan bersama menciptakan suasana rileks sekaligus mempererat kebersamaan lintas budaya. Kegiatan ini menjadi simbol harmonisasi antara ilmu pengetahuan dan kesehatan holistik.
Yang tak kalah menarik, kunjungan ini juga menandai penguatan literasi global di lingkungan kampus. Delegasi Kedubes India meresmikan Indian Corner di Perpustakaan UIN Salatiga sebuah sudut khusus yang menyajikan beragam referensi tentang India, mulai dari sejarah, sastra, hingga teknologi.
Sebagai bentuk komitmen nyata, Kedubes India turut menyerahkan koleksi buku terbaru untuk memperkaya fasilitas tersebut. Kehadiran Indian Corner diharapkan menjadi pusat pengetahuan sekaligus jembatan riset kolaboratif antara akademisi Indonesia dan India.
Dengan rangkaian kegiatan yang padat dan penuh makna, kunjungan ini bukan hanya mempererat hubungan bilateral, tetapi juga menegaskan posisi UIN Salatiga sebagai kampus yang siap bersaing di panggung global tanpa meninggalkan nilai-nilai toleransi dan keberagaman. (*)




Tinggalkan Balasan