UIN Salatiga Ambil Peran Strategis dalam Penyusunan RUPM Kota Salatiga 2025–2045
Laporan: Wahyu Widodo
SALATIGA | SUARAGLOBAL.COM – Komitmen membangun iklim investasi yang inklusif dan berkelanjutan terus diperkuat Pemerintah Kota Salatiga. Kali ini, langkah strategis dilakukan dengan menggandeng kalangan akademisi melalui keterlibatan aktif Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga dalam penyusunan Rencana Umum Penanaman Modal (RUPM) Kota Salatiga Tahun 2025–2045.
Kolaborasi tersebut mengemuka dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) yang digelar bersama Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Salatiga, Kamis (7/5/26). Dalam forum itu, UIN Salatiga menegaskan kesiapannya menjadi mitra strategis pemerintah dalam merumuskan arah investasi daerah yang berbasis riset, inovasi, dan keberlanjutan.
Rektor Zakiyuddin Baidhawy menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki peran penting dalam menciptakan ekosistem investasi yang sehat dan kompetitif. Menurutnya, kampus bukan hanya pusat pendidikan, tetapi juga pusat pengembangan gagasan, inovasi, dan penguatan sumber daya manusia.
“Kampus harus hadir dalam proses pembangunan daerah. Kami siap mendukung iklim investasi melalui pendekatan akademik, penelitian, serta pengembangan SDM yang adaptif terhadap kebutuhan masa depan,” ungkapnya.
Kepala DPMPTSP Kota Salatiga, Agung Nugroho, menyambut positif keterlibatan aktif UIN Salatiga dalam penyusunan dokumen strategis tersebut. Ia menilai sinergi antara pemerintah dan perguruan tinggi menjadi faktor penting agar kebijakan investasi yang dirancang benar-benar tepat sasaran.
“Penyusunan RUPM ini memerlukan sinkronisasi antara regulasi pemerintah dan kesiapan sumber daya manusia. Kehadiran UIN Salatiga sebagai mitra strategis sangat membantu kami dalam memetakan potensi investasi yang lebih terukur. Kita ingin investor tidak hanya datang, tapi juga memberi dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat Salatiga,” ujar Agung Nugroho.
Menurutnya, dokumen RUPM 2025–2045 tidak hanya berfungsi sebagai arah kebijakan penanaman modal, tetapi juga menjadi peta jalan pembangunan ekonomi daerah dalam jangka panjang. Karena itu, pendekatan berbasis data dan kajian ilmiah dinilai sangat dibutuhkan.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Tim Penyusun RUPM, Abdul Aziz N.P., menekankan pentingnya pendekatan partisipatif dan ilmiah dalam proses penyusunan dokumen investasi daerah tersebut.
“Kami menyusun RUPM ini dengan pendekatan yang partisipatif dan ilmiah. Fokus kami adalah bagaimana menciptakan ekosistem investasi yang tidak hanya mengejar pertumbuhan angka, tetapi juga menjunjung tinggi nilai-nilai inklusivitas dan berkelanjutan. Perguruan tinggi berperan sebagai penyedia inovasi dan inkubasi bisnis yang dibutuhkan oleh para pemodal,” paparnya.
Ia menjelaskan, keberadaan kampus sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan dapat menjadi kekuatan baru bagi Kota Salatiga untuk menarik investasi berkualitas tinggi. Tidak hanya investasi berbasis industri, tetapi juga sektor pendidikan, teknologi, ekonomi kreatif, hingga pengembangan UMKM.
Sementara itu, Rektor Prof. Zakiyuddin menilai UIN Salatiga memiliki modal besar dalam memperkuat branding Kota Salatiga di tingkat nasional maupun internasional. Salah satu kekuatan tersebut adalah keberadaan mahasiswa asing yang terus meningkat dari tahun ke tahun.
“Sejauh ini sudah ada puluhan mahasiswa asing, dan tahun akademik 2026/2027 ini akan bertambah. Mereka adalah agen branding yang menyebarkan nilai toleransi dan keunikan Salatiga ke dunia internasional. Ini adalah modal besar untuk memperkuat posisi Salatiga sebagai kota tujuan investasi bernilai tambah tinggi,” jelasnya.
Ia menambahkan, keberadaan mahasiswa internasional bukan hanya berdampak pada sektor pendidikan, tetapi juga memberikan efek ekonomi dan sosial yang signifikan. Mulai dari pertumbuhan sektor jasa, perumahan, kuliner, hingga meningkatnya citra Kota Salatiga sebagai kota pendidikan yang ramah dan toleran.
Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah dan dunia akademik ini, Kota Salatiga diharapkan mampu melahirkan kebijakan investasi yang progresif, inklusif, serta mampu membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat secara luas.(*)




Tinggalkan Balasan