Kisah Inspiratif Guru di NTT, Tetap Mengajar di Tengah Keterbatasan dan Kini Terbantu TPG
Laporan: Yopi
JAKARTA | SUARAGLOBAL.COM – Komitmen pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan guru kembali ditegaskan melalui penyaluran Tunjangan Profesi Guru (TPG) yang terus dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan. Program ini menjadi angin segar bagi ribuan guru, khususnya guru non-ASN yang mengabdi di berbagai daerah, termasuk wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar).
Salah satu penerima manfaat program tersebut adalah Yustina Yuniarti, guru SD Kristen Wukur di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT). Di tengah keterbatasan fasilitas dan tantangan medan menuju sekolah, Yustina mengaku sangat terbantu dengan tunjangan profesi guru sebesar Rp2 juta per bulan yang diterimanya sejak Januari 2025.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK) menegaskan bahwa kesejahteraan guru tetap menjadi prioritas pemerintah dalam membangun kualitas pendidikan nasional.
Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Kemendikdasmen, Nunuk Suryani, mengatakan bahwa pemerintah terus memperkuat perlindungan serta kesejahteraan guru melalui berbagai kebijakan afirmatif, termasuk penyaluran TPG bagi guru yang telah memenuhi persyaratan.
“Pemerintah melalui Kemendikdasmen terus berkomitmen meningkatkan kesejahteraan guru melalui berbagai kebijakan, termasuk penyaluran tunjangan profesi guru bagi guru yang telah memenuhi persyaratan. Kami memahami masih ada tantangan yang dihadapi para guru di berbagai daerah, namun negara hadir dan terus bekerja agar kesejahteraan guru semakin baik dari waktu ke waktu,” ujar Nunuk di Jakarta, Rabu (7/5/2026).
Menurutnya, berbagai kisah perjuangan guru di lapangan menjadi pengingat penting bahwa pendidikan Indonesia dibangun atas dedikasi dan pengabdian para guru yang luar biasa.
“Kami juga mengapresiasi dedikasi para guru yang tetap mengajar dengan penuh semangat di tengah berbagai keterbatasan. Pemerintah tidak menutup mata terhadap tantangan tersebut. Justru hal ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus mempercepat berbagai program peningkatan kesejahteraan dan perlindungan bagi guru,” tambahnya.
Belakangan ini, kisah perjuangan guru di berbagai pelosok daerah memang kembali menyita perhatian publik melalui media sosial. Salah satunya berasal dari Nusa Tenggara Timur, di mana para guru tetap berjuang mengajar meski harus menghadapi keterbatasan ekonomi hingga sulitnya akses transportasi menuju sekolah.
Pemerintah pun terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah agar hak-hak guru dapat terpenuhi secara optimal.
Dalam upaya meningkatkan kesejahteraan guru, pemerintah mengalokasikan anggaran besar untuk penyaluran TPG baik bagi guru ASN maupun non-ASN.
Pada tahun 2025, pemerintah telah menyalurkan TPG bagi guru non-ASN sebesar Rp10,9 triliun kepada sekitar 396 ribu guru penerima di seluruh Indonesia. Sementara pada tahun 2026, anggaran tersebut kembali meningkat menjadi Rp11,5 triliun dengan sasaran sekitar 392 ribu guru non-ASN.
Tak hanya itu, pemerintah juga mengalokasikan anggaran besar bagi guru ASN. Realisasi penyaluran TPG guru ASN pada tahun 2025 mencapai Rp67,3 triliun untuk sekitar 1,48 juta guru. Sedangkan pada tahun 2026, anggaran yang disiapkan meningkat menjadi Rp72,2 triliun untuk sekitar 1,68 juta guru ASN.
Bagi Yustina, tunjangan profesi guru bukan sekadar tambahan penghasilan, melainkan penopang utama kebutuhan keluarga.
“Saya bersyukur karena sudah menerima tunjangan profesi guru sejak Januari 2025 hingga sekarang. Tunjangan ini sangat bermanfaat bagi saya dan keluarga. Selain membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari, tunjangan ini juga saya gunakan untuk membantu orang tua membiayai kuliah adik-adik saya,” ungkap Yustina.
Guru muda asal Kabupaten Sikka itu juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah atas perhatian terhadap kesejahteraan para pendidik, terutama guru non-ASN yang selama ini tetap mengabdi dengan berbagai keterbatasan.
“Kami para guru sangat merasakan perhatian dan dukungan dari pemerintah. Untuk itu, saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, atas pemberian tunjangan profesi guru bagi kami para pendidik,” katanya.
Kemendikdasmen menegaskan, peningkatan kualitas pendidikan nasional tidak dapat dipisahkan dari upaya menghadirkan kesejahteraan dan penghargaan yang layak bagi guru sebagai garda terdepan pendidikan bangsa. Dengan dukungan tersebut, pemerintah berharap para guru dapat terus mengajar dengan semangat dan menghadirkan pendidikan yang berkualitas bagi generasi penerus Indonesia. (*)




Tinggalkan Balasan