Siswa SMK Jatim Pamer Taring! Mobil dan Motor Listrik Karya Pelajar Curi Perhatian di Grahadi
Laporan: Ninis Indrawati
SURABAYA | SUARAGLOBAL.COM – Semangat inovasi dan kreativitas pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Jawa Timur kini semakin menunjukkan hasil nyata. Di tengah pesatnya perkembangan industri kendaraan listrik, para siswa SMK berhasil menghadirkan berbagai karya membanggakan berupa mobil listrik, motor listrik hingga kendaraan buggy elektrik yang dipamerkan dalam ajang inovasi teknologi di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Sabtu (10/5/2026).
Deretan kendaraan hasil karya pelajar tersebut sukses mencuri perhatian para tamu undangan dan masyarakat yang hadir. Tidak sedikit pengunjung yang kagum melihat kemampuan siswa SMK dalam merancang dan merakit kendaraan modern berbasis energi ramah lingkungan.
Kendaraan listrik itu merupakan hasil pengembangan para siswa bersama guru pembimbing dari sejumlah SMK bidang otomotif di Jawa Timur. Proses pembuatannya dilakukan melalui pembelajaran praktik di sekolah, sekaligus menjadi bentuk kesiapan pendidikan vokasi dalam menjawab tantangan industri otomotif masa depan.
Menariknya, beberapa karya siswa bahkan mulai mendapat perhatian dari kalangan industri otomotif. Sejumlah pihak menilai produk kendaraan listrik buatan pelajar SMK tersebut memiliki potensi besar untuk dikembangkan dan diproduksi lebih luas di masa mendatang.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mengapresiasi perkembangan kemampuan siswa SMK yang dinilai semakin maju dan kompetitif.
Menurutnya, pendidikan vokasi di Jawa Timur saat ini telah mampu menjawab kebutuhan industri modern, terutama dalam pengembangan kendaraan berbasis energi terbarukan.
“Ini menunjukkan bahwa siswa SMK memiliki kemampuan luar biasa. Mereka bukan hanya belajar teori, tetapi juga mampu menghasilkan inovasi nyata yang sesuai dengan kebutuhan industri masa depan,” ujarnya.
Khofifah menegaskan, pengembangan kendaraan listrik di lingkungan sekolah menjadi langkah penting dalam mendukung penggunaan teknologi ramah lingkungan sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil.
Ia juga menyebut sebagian besar kendaraan karya siswa telah memiliki Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang cukup tinggi, meskipun masih ada beberapa komponen yang berasal dari luar negeri.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menjelaskan bahwa ratusan SMK otomotif di Jawa Timur kini mulai aktif mengembangkan teknologi kendaraan listrik.
Menurutnya, pengembangan dilakukan melalui dua metode, yakni membuat kendaraan listrik baru dan melakukan konversi kendaraan berbahan bakar minyak menjadi kendaraan listrik.
“Beberapa sekolah bahkan sudah menerima kerja sama dari perusahaan swasta untuk jasa konversi kendaraan listrik. Ini membuktikan kemampuan siswa SMK sudah mulai dipercaya dunia industri,” jelasnya.
Ia menambahkan, kemampuan siswa SMK saat ini tidak lagi hanya sebatas praktik pembelajaran di ruang kelas atau bengkel sekolah, tetapi juga sudah memiliki nilai ekonomi dan peluang usaha yang menjanjikan.
Pameran inovasi teknologi di Grahadi tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa lulusan SMK Jawa Timur semakin siap menghadapi transformasi industri otomotif modern yang kini bergerak menuju era elektrifikasi.
Dengan kemampuan teknologi yang terus berkembang, siswa SMK Jawa Timur diharapkan mampu menjadi bagian penting dalam pertumbuhan industri kendaraan listrik nasional sekaligus melahirkan inovator muda yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional. (*)




Tinggalkan Balasan