Laporan: Wahyu Widodo

SALATIGA | SUARAGLOBAL.COM – Jagat media sosial di Kota Salatiga sempat dibuat geger setelah beredarnya video dengan narasi “Kreak Mulai Berulah Lagi” yang diunggah akun TikTok salatiga_teman. Video tersebut memicu keresahan warga karena diduga memperlihatkan aksi kelompok bermotor yang disebut-sebut melakukan penyerangan di wilayah Kecamatan Argomulyo.

Namun setelah dilakukan penelusuran dan pengecekan langsung oleh pihak kepolisian, informasi yang beredar dipastikan tidak sepenuhnya benar. Polisi menegaskan bahwa kejadian tersebut bukan aksi kriminal yang menyebabkan korban ataupun kerusakan seperti yang ramai diperbincangkan di media sosial.

Menindaklanjuti viralnya video itu, jajaran Polsek Argomulyo bergerak cepat mendatangi lokasi kejadian. Pengecekan dilakukan oleh Bhabinkamtibmas Argomulyo bersama personel piket Unit Reskrim dan Unit Intelkam pada Jumat (22/05/2026).

Dari hasil klarifikasi di lapangan, diketahui insiden tersebut sebenarnya terjadi beberapa hari sebelumnya, tepatnya Selasa malam (19/05/2026) sekitar pukul 24.00 WIB di sebuah warung milik Ngadimin yang berada di Kampung Ngemplak, Kelurahan Kumpulrejo, Kecamatan Argomulyo, Kota Salatiga.

Baca Juga:  Empat Srikandi Copet Lintas Provinsi Dibekuk di Surabaya: Aksi Komplotan Terekam CCTV Saat Beraksi di Kediri

Berdasarkan keterangan sejumlah saksi, malam itu situasi mendadak ramai ketika tiga orang berlari menuju warung dalam keadaan panik. Ketiganya diduga sedang dikejar oleh sekelompok orang berjumlah sekitar 20 orang yang mengendarai kurang lebih 15 sepeda motor.

Ketiga orang tersebut kemudian masuk ke dalam warung dan bersembunyi. Saat itu warung dijaga langsung oleh pemilik bersama seorang saksi lainnya.

Tak berselang lama, dua orang dari rombongan yang mengejar turun dari sepeda motor dan berhenti di depan warung. Suasana sempat menegangkan karena para pengejar terlihat mencari keberadaan tiga orang tersebut.

Namun pemilik warung bersama saksi lain meminta kelompok itu untuk meninggalkan lokasi agar situasi tidak semakin memanas. Setelah sempat berhenti beberapa saat, rombongan pemotor akhirnya pergi menuju arah Jalan Lingkar Salatiga.

Baca Juga:  Pesawat Pelita Air Jatuh di Pegunungan Krayan Timur, TNI Turun Tangan Evakuasi Pilot

Sementara itu, tiga orang yang sempat bersembunyi di dalam warung juga meninggalkan lokasi dan bergerak menuju arah Getasan.

Kapolsek Argomulyo AKP Aziz Ma’arif, S.E. menegaskan bahwa hasil pemeriksaan di lapangan tidak menemukan adanya korban penganiayaan, perusakan, maupun laporan tindak pidana terkait kejadian tersebut.

“Dari hasil pengecekan di lapangan, situasi dapat dikendalikan dan tidak ditemukan adanya korban maupun kerusakan. Video yang viral merupakan rekaman CCTV di lokasi dan kemudian dijadikan status WhatsApp sebelum akhirnya menyebar di media sosial,” jelas AKP Aziz Ma’arif.

Ia juga menyampaikan bahwa kepolisian telah melakukan berbagai langkah penanganan, mulai dari mendatangi lokasi kejadian, melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), meminta keterangan sejumlah saksi, hingga mengumpulkan bahan dan keterangan untuk memastikan fakta sebenarnya.

Baca Juga:  Kapolres Tuban Tekankan Netralitas Polri Jelang Pesta Demokrasi

Polsek Argomulyo juga memastikan hingga saat ini tidak ada laporan polisi yang masuk berkaitan dengan dugaan tindak pidana dalam kejadian tersebut.

Meski demikian, pihak kepolisian tetap meningkatkan patroli dan langkah preventif guna menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Kota Salatiga agar tetap aman dan kondusif.

Polisi pun mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpancing oleh narasi yang beredar di media sosial tanpa mengetahui fakta sebenarnya. Warga diminta lebih bijak dalam menyikapi informasi viral dan tidak langsung menyebarkan kabar yang belum terverifikasi.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak mudah percaya dengan isu yang berkembang di media sosial, serta segera melapor kepada pihak kepolisian apabila mengetahui adanya potensi gangguan kamtibmas,” pungkas Kapolsek. (*)